Heboh Replika Perahu dan Burung Bangau Berbahan Emas, Ini Penjelasan Arkeolog

Arkeolog Lutfi Yondri punya pendapat mengenai replika perahu layar dan burung bangau yang disebut terbuat dari emas.

Heboh Replika Perahu dan Burung Bangau Berbahan Emas, Ini Penjelasan Arkeolog
istimewa
Kabag Humas Polres Karawang AKP Marjani (kiri) dan Petugas Dinas Pariwisata bagian Cagar Budaya Irwan Zulkarnaen (tengah) sedang membawa benda yang diduga artefak kuno. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Peneliti dari Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri mengatakan replika perahu layar dan burung bangau yang ditemukan di Karawang bukanlah bagian dari cagar budaya.

Hal itu diutarakan oleh peneliti benda arkeologi kepada Tribun Jabar saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (10/1/2019).

Diketahui sebelumnya benda yang sempat ramai diperbincangkan itu diduga terbuat dari emas dan bagian dari benda bersejarah.

Lutfi Yondri mengatakan, benda apa pun yang telah lama terpendam di tanah maupun air akan mengalami perubahan.

"Pasti ada perubahan minimal perubahan di permukaan benda, walaupun itu benda dengan kualitas paling bagus pasti ada pemudaran warna, jadi kusam," kata Lutfi Yondri.

Selain itu, kandungan air akan sangat berpengaruh pada benda yang terendamnya. Lutfi mencontohkan jika benda yang terbuat dari logam, akan mengalami karat jika berada dalam air cukup lama.

Apalagi lokasi penemuan yang berada di sekitar pantai, setidaknya akan ada deposisi atau terdapat karang kecil pada benda tersebut.

Ia menambahkan, meski benar benda itu terbuat dari emas, jika berada di bawah air dalam waktu lama dipastikan akan berubah.

Menurut Lutfi Yondri benda tersebut tidak lagi akan mengkilap seperti pada benda replika kapal yang ditemukan oleh warga di Desa Sungaibuntu,  Kecamatan Pedes, Karawang.

"Kalau itu emas dari masa lalu pasti akan ada pemudaran warna, tidak mungkin akan berkilau terus seperti itu. Hal itu bisa saya buktikan dengan dibandingkan dengan benda berbahan yang sama, yang saya temukan sebelumnya," kata Lutfi Yondri.

Oleh karena teori-teori dan keterangan yang didapatkan, ia berkesimpulan benda replika perahu layar dan burung bangau itu bukanlah bagian dari cagar budaya.

Meski belum melihat langsung dan hanya berdasarkan pengamatan foto serta keterangan yang diterima, ia bisa pastikan benda itu bukan peninggalan purbakala.

"Benda masa lalu itu pasti ditentukan dengan cara penelitian ilmiah, tidak bisa hanya ditebak-tebak saja," ujarnya menambahkan.

Penulis: Haryanto
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved