Harga Masih Rendah, Ratusan Ton Garam Ditimbun Petani di Cirebon

Penimbunan garam itu sebagai respons petani terhadap harga jual garam saat ini masih terbilang rendah.

Harga Masih Rendah, Ratusan Ton Garam Ditimbun Petani di Cirebon
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Seorang petani garam sedang berdiri di depan ratusan ton garam yang ditimbun di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (10/1/2018. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Ratusan ton garam di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, ditimbun para pemiliknya.

Petani menutupi ratusan ton garam tersebut menggunakan terpal dan penutup lainnya.

Penimbunan garam itu sebagai respons petani terhadap harga jual garam saat ini masih terbilang rendah.

Para petani memilih menyimpan garam sambil menunggu harga jualnya yang lebih baik.

Sejak dulu, Cirebon menjadi pusat penghasil garam terbesar untuk Provinsi Jawa Barat. Pengelolaan yang masih manual dan tradisional serta produksi garam di daerah ini pun sangat bergantung pada alam.

Sejak November 2018, petani garam sudah tidak memproduksi garam lagi, karena masuk musim hujan.

Kondisi Terbaru Ustaz Arifin Ilham, Ini Sebabnya Terbang ke Penang Pakai Jet Pribadi untuk Berobat

Pasha Ungu Bocorkan Kondisi Ifan Seventeen yang Kehilangan Dylan Sahara Akibat Tsunami Selat Sunda

Proses dan biaya produksi garam ternyata tidak seimbang dengan harga jual garam saat ini.

Warsan (51), petani garam ini sengaja menimbun garam karena harga jual saat ini masih cukup rendah.

Di tingkat petani, harga jual garam saat ini hanya Rp 700 per kilogram. Harga itu membuat petani tak mendapat untung. 

Halaman
12
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved