Petani dan Nelayan di Tasikmalaya Belum Tertarik Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Sebagian besar pekerja non-ASN di Kota Tasikmalaya belum terdaftar dan terjamin BPJS Ketenagakerjaan.

Petani dan Nelayan di Tasikmalaya Belum Tertarik Ikut BPJS Ketenagakerjaan
DOKUMENTASI/TRIBUNNEWS.COM
BPJS Ketenagakerjaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Sebagian besar pekerja non-ASN di Kota Tasikmalaya belum terdaftar dan terjamin di BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya Afriyadi mengatakan, kepatuhan terhadap Undang-undang BPJS Ketenagakerjaan No 24 tahun 2011, yang mana semua masyarakat non-ASN harus dilindungi jaminan ketenagakerjaan, masih perlu ditingkatkan.

Kebanyakan masyarakat pekerja yang belum sadar pentingnya terdaftar di jaminan ketenagakerjaan, kata Afriyadi, adalah mereka yang berwiraswasta.

"Semisal petani, pedagang, nelayan, dan yang lainnya memang masih minim. Sampai 2018 baru mencapai 25 persen dari jumlah yang ada di Kota Tasikmalaya," kata Afriyadi, Rabu (9/1/2019).

Di tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya disebutnya menargetkan 30 persen pekerja non-ASN dapat ikut program jaminan ketenagakerjaan.

"Kami imbau masyarakat harus sadar, karena yang namanya musibah saat bekerja itu mengintai," ujarnya.

Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan terdapat 4 program, yakni jaminan keselamatan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

"Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan ketenagakerjaan, kami akan terus gencarkan sosialisasi ke desa-desa. Kami juga meminta bantuan dari pemerintah daerah," ucapnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved