Kusir Delman di Majalaya Akui Delman Semakin Tidak Diminati

Kehadiran sejumlah moda transportasi modern diakui menjadi salah satu penyebab delman semakin tidak diminati oleh masyarakat.

Kusir Delman di Majalaya Akui Delman Semakin Tidak Diminati
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kusir delman di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, mengakui, bila kendaraan yang ditarik oleh seekor kuda tersebut sebagai salah satu penyebab kesemrawutan. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kehadiran sejumlah moda transportasi modern diakui menjadi salah satu penyebab delman di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, semakin tidak diminati oleh masyarakat.

Kecamatan yang biasa disebut Kota Dolar ini, beberapa tahun yang lalu, dihampir semua titik oleh delman, namun saat ini delman-delman tersebut hanya ada di beberapa titik keramaian, yakni Pasar Majalaya dan Alun-alun Majalaya.

Maraknya moda transportasi modern di Kecamatan Majalaya, para kusir delman hanya mampu mengantar penumpang ke daerah sekitar Majalaya dan paling jauh ke Kecamatan Solokanjeruk.


Seorang kusir delman, Entang Hidayat (64), mengatakan, ia mengeluhkan hadirnya moda transportasi modern, karena pendapatannya setiap hari semakin berkurang.

"Akhir-akhir ini saya dapat uang tidak lebih dari Rp 50 ribu, paling banyak 50 penumpang saja," kata Entang saat ditemui di sekitar Alun-alun Majalaya, Jalan Tengah, Kabupaten Bandung, Rabu (9/1/2018).

Kusir delman lainnya, Asep (50), mengatakan, kalau ia menerima kehadirannya moda transportasi modern di Kecamatan Majalaya, karena memakan waktu lebih singkat dibandingkan menggunakan delman.

"Mau gimana lagi, sudah seharusnya kaya begini. Saya tidak mau jadi ribut dengan yang lainnya, sing penting barokah, tidak bisa dipaksakan, ini kan kuda bukan mesin," katanya.

Tembok Ambruk yang Menimpa Dua Rumah di Cimahi Sudah Diminta Untuk Dirobohkan, Tapi Tidak Digubris

Diberitakan sebelumnya, di balik keramaian sejumlah warga di seputaran Alun-alun Majalaya, sama sekali tidak dirasakan oleh puluhan kusir delman yang lebih dari dua puluh tahun menggantungkan hidup kepada seekor kuda.

Tepat berada di Jalan Tengah atau di depan salah satu pasar modern, berjajar rapih puluhan delman yang sejak matahari terbit lebih sering membuat para kusir delman diri menunggu penumpang.

Untuk mengusir rasa bosan ketika menunggu calon penumpang, beberapa kusir lainnya berkumpul dengan kusir lainnya sambil membuka obrolan ringan atau pun mencoba memperbaiki komponen delman yang mengalami kerusakan.

Aksi Jahatnya Terekam CCTV, Empat Pria Pengangguran di Tasikmalaya Digelandang Polisi

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved