Tim Jokowi Ungkap Penyebab Cadangan Devisa Indonesia Melesat Tajam

Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap penyebab peningkatan cadangan devisa Indonesia.

Tim Jokowi Ungkap Penyebab Cadangan Devisa Indonesia Melesat Tajam
istimewa
Dedi Mulyadi di Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap penyebab peningkatan cadangan devisa Indonesia. Aset yang dimiliki Bank Sentral atau otoritas keuangan itu kini diketahui berjumlah 120,7 miliar dollar AS. Jumlah ini meningkat 3,5 miliar dollar AS dibanding pada November 2018.

Menurut Dedi Mulyadi, kondisi ini menjadi bukti otentik kemapanan tim ekonomi Presiden Joko Widodo. Menurut Dedi Mulyadi, para menteri di bawah kepemimpinan mantan Wali Kota Solo itu bekerja dengan sangat profesional.

“Mereka tidak terpengaruh dengan iklim politik. Profesionalisme tetap menjadi rujukan. Hasilnya bisa kita lihat, ekonomi Indonesia stabil dan bersaing di tingkat dunia,” kata Dedi Mulyadi di ruang kerjanya di kawasan Tajug Gede Cilodong, Bungursari, Purwakarta, Selasa (8/1/2019).

Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu berpandangan, fundamental ekonomi Indonesia kini semakin kuat. Hal ini dibuktikan dengan keperkasaan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat jika dibandingkan dengan mata uang lain di Asia. Selasa pagi, mata uang Indonesia itu berada di angka Rp14.082 per dollar Amerika Serikat.

“Saya kira ini prestasi dan buah kesolidan seluruh jajaran yang dipimpin Pak Jokowi. Para menteri beliau itu orang-orang hebat,” katanya.

Billy Syahputra Tertahan di Jepang karena Tak Punya Uang, Pinjam Uang Orang Tak Dikenal di Bandara

Sebagai sosok yang pernah lama berkecimpung di dunia birokrasi, Dedi mengingatkan satu hal. Menurut dia, APBN dan APBD harus ditata sedemikian rupa. Hal ini dalam rangka mendukung penuh seluruh program peningkatan kesejahteraan yang sedang gencar dilakukan Presiden Jokowi.

“Kondisi ekonomi yang sedang stabil harus direspon secara baik oleh para pemangku kebijakan. Misalnya, APBN dan APBD itu difokuskan untuk kesejahteraan dan peningkatan ekonomi rakyat. Jadi, fokus ini tidak boleh terganggu oleh iklim politik bangsa. Indonesia sudah ‘on the track’ menuju negara maju di bawah kepemimpinan Pak Jokowi,” ujarnya.


Fokus Anggaran Publik

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu mengatakan prioritas utama APBN dan APBD harus diarahkan pada kebutuhan publik. Hal ini karena anggaran yang dikelola pemerintah di semua tingkatan itu merupakan anggaran publik.

Implikasinya, anggaran tersebut mendorong produktivitas masyarakat dan melahirkan produk bersifat benefit sekaligus profit.

“Belanja yang tidak penting itu dicoret saja, seluruhnya diarahkan untuk produktivitas. Kalau rakyat kita produktif, maka mereka akan kebal terhadap setiap situasi ekonomi yang kurang menguntungkan. Ada produk baik barang maupun jasa yang bisa mereka jadikan alat untuk bertahan,” katanya.

Penulis: Haryanto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved