Pengakuan Pelaku Pembunuh Kakak Kandung di Purwakarta: Enggak Tahu Kenapa Saya Tusuk Dia

Sebelum tewas, Rahmat sempat adu pukul dengan adik dan kakaknya Dona (28). Peristiwa baku hantam terjadi di Desa Cipinang, Cibatu, Purwakarta

Pengakuan Pelaku Pembunuh Kakak Kandung di Purwakarta: Enggak Tahu Kenapa Saya Tusuk Dia
Pixabay.com
Ilustrasi pembunuhan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Akibat adanya masalah sosial dalam keluarga, tiga orang yang merupakan adik kakak bertikai hingga mengakibatkan satu orang tewas.

Korban Rahmat Nursamsi (26) tewas di tangan adiknya, Angga (24), karena kena tikaman pisau di bagian kepala.

Sebelum tewas, Rahmat sempat adu pukul dengan adik dan kakaknya Dona (28). Peristiwa baku hantam terjadi di dalam rumah mereka di Desa Cipinang, Cibatu, Purwakarta pada Senin (7/1/2019) malam.

Menurut keterangan Angga, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, secara tiba-tiba kakaknya itu datang dan memarahi dirinya.

"Saya lagi makan berdua sama kakak saya, Dona (28) di dapur rumah. Dia (korban) datang dan langsung marah-marah kepada saya," kata dia saat ditemui di ruang unit Jatanras Polres Purwakarta, Cisereuh, Purwakarta, Selasa (8/1/2019).

Semifinal Piala Liga Inggris Tottenham Hotspurs vs Chelsea, Live di TVRI, Berikut Prakiraan Pemain

Setelah Kini Muncul di Depan Publik, Istri Wali Kota Cimahi Sebut akan Bantu Program Suaminya

Ia menyebut bahwa saat marah-marah kepadanya, korban tengah dalam keadaan mabuk.

Oleh karena itu, korban yang merupakan kakak kandungnya itu tidak menerima penjelasan apapun dari Angga.

Dona yang saat itu berada di tempat yang sama, berniat melerai pertikaian kedua adiknya.

Namun, ia yang juga ditetapkan sebagai tersangka malah kena pukulan Rahmat.

Halaman
12
Penulis: Haryanto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved