Kemenag Akui Kota Cirebon Belum Bisa Terapkan Kartu Nikah, Ini Penjelasannya

Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Cirebon, Slamet, mengakui Kota Cirebon belum bisa menerapkan kartu nikah.

Kemenag Akui Kota Cirebon Belum Bisa Terapkan Kartu Nikah, Ini Penjelasannya
Tribun Jabar
Karikatur Kartu Nikah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Cirebon, Slamet, mengakui Kota Cirebon belum bisa menerapkan kartu nikah.

Pasalnya, pada 2018 Kemenag RI hanya menyiapkan satu juta blangko sebagai pilot project kartu nikah yang disebar ke sejumlah daerah di Indonesia.

"Kota Cirebon enggak masuk pilot project itu, makanya belum bisa gunakan kartu nikah," ujar Slamet saat ditemui usai Zikir dan Tasyarkuran Hari Amal Bhakti ke-73 di Kemenag Kota Cirebon, Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Selasa (8/1/2019).

Ia mengatakan, di Jawa Barat sendiri baru ada lima daerah yang menggunakan kartu nikah.

Selain Bekasi, Depok juga Dipilih Menjadi Tempat Percobaan Peluncuran Kartu Nikah

Di antaranya, Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Tasikmalaya, dan Kota Bogor.

Menurut dia, daerah yang diprioritaskan dalam program kartu nikah ialah yang telah menerapkan sistem pelayanan nikah satu atap. Karenanya, satu juta kartu nikah itu didistribusikan ke setiap daerah yang telah melakukan pelayanan nikah satu atap.

"Kota Cirebon belum seperti itu, masih di KUA masing-masing kecamatan," kata Slamet.

Bahkan, kata dia, lima KUA di lima kecamatan se-Kota Cirebon bahkan termasuk Kantor Kemenag Kota Cirebon statusnya masih milik Pemkot Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved