Dari 263 ASN Baru di Kota Tasikmalaya, Kebanyakannya Adalah Tenaga Pendidikan

Dia merinci, formasi tenaga pendidikan sebanyak 163 orang, disusul formasi tenaga kesehatan sebanyak 78 orang, lalu tenaga teknis 22 orang.

Dari 263 ASN Baru di Kota Tasikmalaya, Kebanyakannya Adalah Tenaga Pendidikan
Tribun Jabar/Isep Heri
Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman berikan pengarahan kepada ratusan aparatur sipil negara baru yang lolos pada CPNS 2018, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Pendidikan Daerah Kota Tasikmalaya, Gungun Pahlagunara mengatakan, dari 263 ASN baru, kebanyakan formasi tenaga pendidikan.

Dia merinci, formasi tenaga pendidikan sebanyak 163 orang, disusul formasi tenaga kesehatan sebanyak 78 orang, lalu tenaga teknis 22 orang.

Gungun Pahlagunara menuturkan, dari ASN baru yang sekarang sebanyak 15 orang tenaga teknis akan difokuskan di tiga dinas.

"Pak wali ingin semua berdasarkan ssitem menginginkan ada pranata komputer atau ahli di bidang sistem informasi sebanyak 15 orang, yang nanti ditempatkan di diskominfo, perizinan, disdukcapil," kata Gungun Pahlagunara saat ditemui di Gedung Serbaguna Bale Kota Tasikmalaya, Selasa (8/1/2019).

Penempatan tenaga ahli dibidang komunikasi informasi tersebut disebutnya untuk membantu memprogram sistem dan menjalankan sistem yang sudah berjalan, termasuk dalam pembuatan sistem-sistem baru semisal e-planning, e-kinerja, e-budgeting yang diwacanakan Pemkot.

Walikota Tasikmalaya Minta ASN yang Baru di Lingkungan Pemkot Bekerja Profesional

"Diharapakan itu bisa dilaksanakan diskominfo, maka kami akan beri tenaga-tenaga ahlinya. 15 orang nanti, di diskominfo 10 orang, disduk tiga orang, dan di perizinan dua orang," ujar Gungun.

Formasi yang saat ini diisi ASN baru yang lolos CPNS 2018 untuk intansi Kota Tasikmalaya, dikatakan Gungun, masih jauh dari kebutuhan pegawai yang dibutuhkan pemkot.

"Kalau berbicara kebutuhan pegawai, jelas masih kurang, dari 1.500 an yang diusulkan, kami hanya mendapat jatah 277, itu pun hanya terisi 263. Jadi masih kurang sekitar seribuan lebih," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Gungun, untuk beberapa tahun ke depan, kebutuhan yang masih jauh dari ideal akan terbantu dengan adanya program P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak) terutama tenaga fungsional, yang pendanaan bersumber dari APBD.

"Untuk berapa kebutuhan yang terpenuhi, harus melihat kekuatan anggaran dulu," lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Gungun, akhir Januari ini akan dimulai tahapan pengajuan kebutuhan dan seleksi untuk P3K tersebut.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved