Uu Ruzhanul Ulum Sebut Kini PPP Naik Peringkat Jadi Nomor 5 di Jabar

Belum lama ini peringkat PPP di Jabar naik dari peringkat 7 jadi peringkat 6, kemudian langsung ke peringkat 5

Uu Ruzhanul Ulum Sebut Kini PPP Naik Peringkat Jadi Nomor 5 di Jabar
Tribunjabar/Theofilus Richard
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Maraknya politik identitas ternyata berpengaruh terhadap eksistensi dan elektabilitas partai Islam. Wakil Ketua PPP Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan berdasarkan hasil survei di Jabar, peringkat elektabilitas PPP naik menjadi peringkat 5, dari sebelumnya di posisi 7.

"Belum lama ini peringkat PPP di Jabar naik dari peringkat 7 jadi peringkat 6, kemudian langsung ke peringkat 5. Memang diakui, nuansa politik identitas agak renyah. Ada kecerahan bagi partai kami menurut pengalaman kami," ujar Uu di Bandung, Senin (7/1/2018).

Uu mengatakan dengan berada di posisi ke 5, PPP berpotensi untuk mendapatkan posisi Wakil Ketua di DPRD Jabar melalui Pileg 2019. Uu memprediksi sebagai partai pengusungnya bersama Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018, posisi PPP sebagai Wakil Ketua DPRD Jabar akan semakin semakin membuat harmonis antara DPRD Jabar dengan Pemprov Jabar.

"Bukan berarti sekarang kami tak harmonis, sekarang pun kami harmonis dengan DPRD Jabar. Tak ada kendala. Tapi wajar kami sebagai kader partai berharap punya pimpinan di DPRD," katanya.

Selama ini, kata dia PPP di DPRD Jabar hanya punya 9 orang anggota dewan atau kursi. Dengan demikian, PPP tidak dapat mengisi kursi wakil ketua sehingga tidak diikutsertakan dalam rapat eksekutif.

PSI Tolak Poligami, Ketua Gema Keadilan Jabar: Poligami Dibolehkan Islam, Urusan Pribadi Seseorang

"Kalau periode dewan sekarang kan jadi 120 kursi yang tersedia, jadi kami harus menambah tiga kursi. Kami optimistis, sembilan orang yang sekarang akan terpilih kembali," katanya.

Untuk menambah tiga kursi tersebut, menurut Uu, partainya harus menggenjot elektabilitas di beberapa daerah yang masih kurang dikuasai, di antaranya, Cirebon, Indramayu, Purwakarta, Karawang, Depok, dan Bandung Raya.

"Kami akan mengungkit suara PPP di wilayah yang tak dapat kursi tersebut minimal 3 atau 4 dewan," kata Uu seraya mengatakan daerah yang paling potensial bertambah adalah wilayah Purwakarta dan Karawang.


Uu menilai sebagai pendukung pasangan Jokowi-Maruf Amin, Pilpres 2019 berbeda dengan sebelumnya. Sebelumnya, Jokowi terpilih karena dinilai merakyat. Kini, walau visi misi Jokowi di masyarakat tidak bergema, nuansa keislamanan Jokowi yang berpasangan dengan Maruf Amin lebih bergema.

Sebagai tim kampanye daerah, Uu mengatakan timnya saat ini terus turun ke masyarakat menyampaikan kesuksesan Jokowi membangun Jabar dan indonesia.

"Poltik identitas tidak bisa dihindari. Saya senang sebagai muslim dan berharap kalau pun ada umat islam yang fundamantal dan tak terwakili tetap memilih Capres yang ada," katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved