Komoditas Pangan Pajale Masih Jadi Unggulan di Kabupaten Bandung

komoditas pangan padi, jagung, dan kedelai (pajale) masih menjadi unggulan di Kabupaten Bandung dibandingkan komoditas hortikultura.

Komoditas Pangan Pajale Masih Jadi Unggulan di Kabupaten Bandung
TRIBUNJABAR.CO.ID/HAKIM BAIHAQI
Bupati Bandung, Dadang M Naser, saat melepas seekor ikan mas di lahan mina padi di Desa Lampegan, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Selasa (5/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, menyebutkan, komoditas pangan padi, jagung, dan kedelai (pajale) masih menjadi unggulan di Kabupaten Bandung dibandingkan komoditas hortikultura.

Lanjut Tisna, komoditas pangan pajale masih menjadi unggulanln, karena hal tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, yang mana swasembada pangan masih difokuskan kepada pajale.

"Ketiga jenis tersebut adalah komoditas pangan paling strategis," kata Tisna belum lama ini saat ditemui di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Tisna mengatakan, bila komoditas tersebut tidak mendapatkan intervensi dari pemerintah, dipastikan harga akan melambung tinggi dan tidak terjangkau oleh sebagian kalangan masyarakat.

Tak hanya itu, kata Tisna, bila terjadi kelangkaan atau kenaikan harga ada ketiga komoditas tersebut, dikhawatirkan menjadi kerawanan pangan dan berdampak jadi masalah ekonomi serta sosial.

Uu Ruzhanul Ulum Sebut Setelah Bencana Alam, Muncul Bencana Hoaks, Merusak Tatanan Sosial

"Kenapa menjadi fokus perhatian, karena rentan menimbulkan masalah, di 2019 kami tetap fokus kepada pajale," katanya.

Kementerian Pertanian (Kementan), mengaku masih konsentrasi untuk memberantas mafia pangan di Indonesia, yang kerap mengganggu stabilitas pangan serta produksi pertanian nasional.

 Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman, mengatakan, selama kepemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla, dianggap paling tegas menindak mafia, dibantu langsung oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

 "Mafia sudah dibereskan, saya minta jangan coba bermain dengan ekonomi rakyat kecil," kata Amran saat ditemui di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat (4/1/2019).


Ia menambahkan, bila masih ada mafia pangan yang masih melakukan praktik kejahatan tersebut, secara langsung akan berhadapan dengan ia dan akan langsung diproses secara hukum.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh Tribun Jabar, Kementerian Pertanian telah memproses 789 perusahaan yang dianggap menganggu kestabilitasan pangan dan menindak 409 orang tersangka.

 "Saya jangan minta jangan sampai diganggu, kalau ada tangkap akan ditangkap langsung," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved