Telekomunikasi

Pentingnya Penyediaan Internet Gratis di Ruang Publik Perdesaan

Salah satunya untuk mengangkat potensi desa dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Ini juga memungkinkan pemerataan ekonomi bisa lebih cepat

Pentingnya Penyediaan Internet Gratis di Ruang Publik Perdesaan
ISTIMEWA/TRIBUN JABAR
ILUSTRASI - Telkomsel Regional Jawa Barat melakukan sejumlah peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan di seluruh pelosok Provinsi Jawa Barat. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Darajat Arianto

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jaringan internet sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Tidak hanya diperlukan masyarakat perkotaan yang biasanya dinamis, masyarakat di desa pun membutuhkannya. Salah satunya untuk mengangkat potensi desa dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Dengan memperbanyak internet hingga ke perdesaan ini juga memungkinkan pemerataan ekonomi bisa lebih cepat terwujud.

“Akses internet gratis harus diperbanyak hingga pelosok desa. Jadikan ruang publik yang ada di desa-desa sebagai hot-spot. Seperti di balai desa harus bisa dipasang wifi sehingga bisa menjadi pusat berkegiatan masyarakat dengan memanfaatkan internet,” kata Iwan Gunawan, Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat, kepada Tribunjabar.id, belum lama ini. 

Keinginan yang disampaikan Iwan ini cukup beralasan.  Pasalnya, belum semua masyarakat di pelosok desa yang bisa menikmati akses internet. Kendalanya,  infrastuktur telekomunikasi belum menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Kalaupun infrastruktur telekomunikasi telah tersedia, persoalan lain masih ada, yakni faktor kemampuan ekonomi untuk membeli kuota internet.

Akibat keadaan tersebut, masyarakat di desa menjadi terbatas dalam mengakses internet. Keterbatasan itu makin kuat karena ketiadaan hot-spot di ruang publik di pedesaan, seperti di balai desa.

Lain halnya dengan di kota-kota besar. Masyakarat bisa membeli kuota internet dengan mudah dengan harga yang menurut mereka relatif terjangkau. Selain itu, hot-spot juga bertebaran di mana-mana. Mulai dari taman kota, kafe dan restoran, mal, perkantoran, bahkan beberapa masjid juga menyediakan wifi yang bisa diakses secara gratis.

Menurut Iwan, ruang publik di perdesaan penting dimanfaatkan sebagai hot-spot. “Kalau ada wifi di balai desa, masyarakat bisa menjadikan balai desa sebagai pusat kegiatan. Termasuk pusat kegiatan ekonomi di mana internet yang bisa diakses secara gratis dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berwirausaha masyarakat di desa tersebut,” kata Iwan.

Indonesia sendiri menargetkan menjadi kekuatan ekonomi digital tahun 2020. Namun, menurut Iwan, target tersebut sulit terealisasi jika masih ada kesenjangan antara kota besar dan perdesaan dalam hal akses internet. Penyebaran hot-spot di ruang publik di desa, kata dia, sebagai upaya mengatasi kesenjangan akses internet tersebut.

Keberadaan ruang publik yang memiliki fasilitas wifi di perdesaan dipastikan bisa memacu meningkatnya pengguna internet di perdesaan. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet di perdesaan yang nota bene merupakan kawasan rural tahun 2017 masih sekitar 48,25 persen dari jumlah populasi yang ada. Penetrasi internet itu tentu akan meningkat jika ada fasilitas akses internet gratis di wilayah perdesaan.

Dalam tahap awal, fasilitas wifi di perdesaan kemungkinan besar lebih banyak dimanfaatkan masyakarat untuk mengakses platform media sosial. Tetapi, menurut Iwan, lambat laun akses wifi gratis itu akan menjadi pendorong munculnya berbagai wirausaha di perdesaan.

Halaman
12
Penulis: Darajat Arianto
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved