Bawaslu Jabar Ajak Pemilih Milenial Proaktif dalam Pemilu Serentak 2019

Bawaslu Jawa Barat mengajak para pemilih milenial berperan proaktif dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2019.

Bawaslu Jabar Ajak Pemilih Milenial Proaktif dalam Pemilu Serentak 2019
Tribun Jabar/Haryanto
Komisioner Bawaslu Jabar Yusuf Kurnia saat ditemui di Gedung Janaka, Kompleks Pemkab, Nagri Tengah, Purwakarta, Sabtu (5/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bawaslu Jawa Barat mengajak para pemilih milenial berperan proaktif dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2019.

Agar Pemilu serentak 2019 lebih berkualitas, pihaknya juga berharap para pemilih milenial itu jangan hanya sekadar memberikan hak pilih.

Hal itu dikatakan Komisioner Bawaslu Jabar Yusuf Kurnia seusai menjadi pembicara pada acara dialog pemilu bertajuk 'Milenial Cerdas Ciptakan Pemilu Berkualitas' di Gedung Janaka, Komplek Pemkab Purwakarta, Nagri Tengah, Purwakarta, Sabtu (5/1/2019).

"Salah satunya menjadi pemilih rasional, pemilih yang menggunakan hak pilihnya memilih kandidat (caleg) berdasarkan ukuran penilaian yang objektif," kata Yusuf.

Jika hal itu dilakukan oleh para pemilih khususnya kawula muda, kata Yusuf akan melahirkan pemilu yang berkualitas.

Selain itu, pemilih muda sering kali memiliki rasa kritis sebab rata-rata memiliki idealisme yang masih tinggi.

Oleh karenanya, Bawaslu Jabar pun berkeinginan memberikan akses informasi seluas-luasnya untuk pemilih muda perlu mengenali pelanggaran pemilu.

"Pemilih milenial juga perlu mendapat pemahaman mengenali atau mengindentifikasi pelanggaran pemilu, diantaranya pelanggaran Administrasi, pidana, etik dan lainnya," ucapnya.

Bawaslu Kota Cirebon Tertibkan Ribuan APK yang Dipasang Tak Sesuai Aturan

Sebab menurutnya, jika telah mengetahui hal tersebut diharapkan anak muda memiliki semangat dan keberanian melaporkan pelanggaran pemilu.

Komisioner Bawaslu Jabar Divisi Hukum itu menjelaskan bahwa sebagai pemilih pemula harus meningkatkan derajat sebagai pemilih.

Mulai dari hanya pemilih yang menyampaikan hak suaranya, lalu pelapor pelanggaran pemilu, dan akhirnya masuk dalam tubuh penyelenggara pemilu.

Ia berharap kontribusi pemilih muda untuk pemilu serentak nanti jauh lebih besar lagi kedepannya.

"Berperan serta langsung apalagi kawula muda akan berkontribusi besar bagi proses pemilu yang jauh lebih berkualitas," ujar dia.

Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved