Wah, Sayur dan Buah dari Banjaran Kabupaten Bandung Kini Langsung Diekspor ke Luar Negeri

Komoditas produk hortikultura yang dilepas ekspor oleh Menteri Pertanian, yaitu buah manggis, melon, kentang, ubi, buncis, dan jenis sayuran hijau.

Wah, Sayur dan Buah dari Banjaran Kabupaten Bandung Kini Langsung Diekspor ke Luar Negeri
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaeman, melepas ekspor skomoditas buah dan sayur, ke Negara China, Singapura, dan Hongkong, sayur serta buah tersebut, langsung dari Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaeman, melepas ekspor komoditas buah dan sayur, ke Negara China, Singapura, dan Hongkong, sayur serta buah tersebut, langsung dari Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Komoditas produk hortikultura yang dilepas ekspor oleh Menteri Pertanian, yaitu buah manggis, melon, kentang, ubi, buncis, selada air, dan berbagai jenis sayuran hijau lainnya.

Amran mengatakan, tanaman hortikultura yang diekspor pada hari ini sebanyak 15 ton dan dipastikan ekspor di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Produk domestik bruto (PDB) dari sektor pertanian pada 2014 ini hanya Rp 900 trilyun, tetapi sekarang mencapai Rp 1400 trilyun," kata Amran saat melepas ekspor di PT Alamanda, Jalan Raya Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat (4/1/2019).

Ia menambahkan, hal tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia, sehingga seluruh komoditas hortikultura dapat diekspor dan menekan angka impor.

"Kami tidak ingin nasib petani dipermainkan," katanya.

Soal Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, PSI: Contoh Paling Jahat, Politisi Paling Jahat

Salah seorang pelaku hortikultura dari PT Alamanda Sejati Utama, Komar Muljawibawa, mengatakan, eskpor yang dilakukan pada hari ini merupakan langkah baik diawal 2019, karena sejak dua tahun terakhir mengalami penurunan jumlah produksi.

"Penurunan jumlah produksi yang terjadi ini, karena sejak dua tahun terakhir cuaca buruk melanda Kabupaten Bandung," katanya.

Komar menyebutkan, untuk bidang hortikultura di Kabupaten Bandung, masih terkendala masalah infrastruktur yang tidak memadai, sehingga masih berada di bawah bidang pangan.

"Kawasan produksi juga banyak yang tidak memadai," katanya.

Pria Bertato Ini Tikam Siswa SMA, Pelaku: Dari Pada Aku yang Kau Matikan

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved