Kementan Mengaku Masih Konsentrasi Berantas Mafia Pangan

Bila masih ada mafia pangan yang masih melakukan praktik kejahatan tersebut, secara langsung akan berhadapan dengan ia dan akan langsung diproses.

Kementan Mengaku Masih Konsentrasi Berantas Mafia Pangan
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaeman, melepas ekspor skomoditas buah dan sayur, ke Negara China, Singapura, dan Hongkong, sayur serta buah tersebut, langsung dari Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Pertanian (Kementan), mengaku masih konsentrasi untuk memberantas mafia pangan di Indonesia, yang kerap mengganggu stabilitas pangan serta produksi pertanian nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman, mengatakan, selama kepemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla, dianggap paling tegas menindak mafia, dibantu langsung oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Mafia sudah dibereskan, saya minta jangan coba bermain dengan ekonomi rakyat kecil," kata Amran saat ditemui di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jumat (4/1/2019).


Ia menambahkan, bila masih ada mafia pangan yang masih melakukan praktik kejahatan tersebut, secara langsung akan berhadapan dengan ia dan akan langsung diproses secara hukum.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh Tribun Jabar, Kementerian Pertanian telah memproses 789 perusahaan yang dianggap menganggu kestabilitasan pangan dan menindak 409 orang tersangka.

Tak Kunjung Kapok, Warung Penjual Miras Akhirnya Disegel Polisi

"Saya jangan minta jangan sampai diganggu, kalau ada tangkap akan ditangkap langsung," katanya.

Amran mengatakan, kebangkitan para petani saat ini mulai terlihat, yakni dengan peningkatakan PDB dari komoditas hortikultura, yakni naik sebesar Rp 440 trilyun atau 29 persen, pada 2014 hanya Rp 900, kinia menjadi Rp 1.400 trilyun.

Inflasi dari bidang hortikulturan dan pangan pun, diangka sebelumnya berada diangka 10,56 persen, namun kini menjadi 1,26 persen.

"Sejarah pertama diera ini, peningkatan yang luar biasa dan itu sudah sahkan pula oleh Badan Pusat Statistik (BPS)," katanya.

Empat Film Horor Made in Indonesia yang Tayang Bulan Ini, Ada DreadOut dan Mata Batin 2

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved