Kehidupan

Cerita Petambak Garam di Cirebon yang Beralih Jadi Petani Bawang saat Musim Hujan Tiba

Seperti yang dilakukan para petambak garam di Blok Kalibangka Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.

Cerita Petambak Garam di Cirebon yang Beralih Jadi Petani Bawang saat Musim Hujan Tiba
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Petambak garam yang beralih profesi menjadi petani bawang saat musim hujan di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dari dulu, Cirebon dikenal sebagai pusat penghasil garam terbesar untuk Provinsi Jawa Barat.

Melalui pengelolaan yang masih manual dan tradisional, produksi garam di daerah ini pun sangat bergantung pada alam.

Penyumbang hasil garam terbesar di daerah ini tak lain di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.

Tak heran, di wilayah ini puluhan ribu hektare lahan garam terhampar dari ujung desa hingga bibir pantai.

Karena sangat bergantung pada alam, maka musim hujan menjadi penanda untuk para petambak garam menyudahi produksinya.

Saat musim hujan seperti sekarang, mayoritas masyarakat di kecamatan ini beralih profesi menjadi petani bawang.

Seperti yang dilakukan para petambak garam di Blok Kalibangka Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.

Petambak garam yang beralih profesi menjadi petani bawang saat musim hujan di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.
Petambak garam yang beralih profesi menjadi petani bawang saat musim hujan di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Setiap tahunnya, ketika sudah memasuki musim hujan, mereka berhenti produksi garam dan menyiapkan untuk mulai menanam bawang.

Selama musim kemarau, hasil pendapatan dari garam mereka kumpulkan untuk modal menanam bawang.

Halaman
123
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved