Produsen Borondong Ketan Ibun Mengaku Musim Hujan Membuatnya Resah, Ini Alasannya

Untuk mendapatkan gabah beras ketan berkualitas, terlebih dahulu harus melewati beberapa rangkaian, salah satu rangkaiannya adalah penjemuran.

Produsen Borondong Ketan Ibun Mengaku Musim Hujan Membuatnya Resah, Ini Alasannya
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Industri rumahan borondong ketan yang masih konsisten memproduksi, Kampung Sangkan RT 2/2, Desa Laksana, Kecamatan Ibun. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Produsen borondong ketan di Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, mengaku resah saat memasuki penghujan seperti ini.

Berbeda dengan borondong pada umumnya, kudapan manis yang dibuat di kampung tersebut menggunakan gabah beras ketan dan harus dalam kondisi kering atau tidak memiliki kadar air.

Untuk mendapatkan gabah beras ketan berkualitas, terlebih dahulu harus melewati beberapa rangkaian, salah satu rangkaiannya yaitu adalah proses penjemuran.


Seorang produsen borondong ketan, Yayat Suwarsa (51), mengatakan, dimusim hujan saat ini, pasokan gabah beras ketan dari agen pun akan berkurang, hal tersebut berdampak juga jumlah produksi.

"Otomatis berkurang, normal enam kwintal dalam sebulan, kalau lagi susah karena hujan, mungkin tidak lebih dari tiga kwintal," kata Yayat di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, (2/1/2019).

Sederet Tanda-tanda Raffi Ahmad Tak Akan Lagi Dukung Prabowo dan Bakal Coblos Jokowi di Pilpres 2019

Selain pemasalahan cuaca, kata Yayat, permasalahan gagal panen yang dialami oleh petani pun, menjadi salah satu faktor berkurangnya produksi borondong ketan.

Ia menambahkan, gabah beras ketan adalah satu-satunya bahan baku utama pembuat borondong ketan, sehingga tidak alternatif lain.

"Menyesuaikan dengan kondisi, kami tidak bisa memaksakan," katanya.

Nantikan Kelahiran Anaknya, Maria yang Sedang Hamil Besar Terpaksa Tinggal di Tenda Pengungsian

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved