Borondong Majalaya, Kudapan Tradisional dari Ibun Bandung yang Masih Eksis Hingga Saat Ini

Anda mungkin tidak asing lagi dengan kudapan manis berbahan dasar gabah beras ketan yang dibalut oleh gula merah cair, yaitu borondong ketan.

Borondong Majalaya, Kudapan Tradisional dari Ibun Bandung yang Masih Eksis Hingga Saat Ini
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Industri rumahan borondong ketan yang masih konsisten memproduksi, Kampung Sangkan RT 2/2, Desa Laksana, Kecamatan Ibun. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bagi sebagian warga Kabupaten Bandung, mungkin tidak asing lagi dengan kudapan manis berbahan dasar gabah beras ketan yang dibalut oleh gula merah cair, yaitu borondong ketan.

Dikenal dengan naman Borondong Majalaya, ternyata makanan yang mengandung karbohidrat tersebut, berasal dari Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Secara turun temurun dari orangtua terdahulu, saat ini hanya tersisa sebanyak 18 industri rumahan pembuat borondong ketan yang masih konsisten memproduksi makanan manis tersebut.

Salah seorang dari 18 pemilik industri rumahan borondong ketan yang masih konsisten memproduksi adalah Yayat Suwarsa (51), warga Kampung Sangkan RT 2/2, Desa Laksana, Kecamatan Ibun.

Industri rumahan borondong ketan yang masih konsisten memproduksi, Kampung Sangkan RT 2/2, Desa Laksana, Kecamatan Ibun.
Industri rumahan borondong ketan yang masih konsisten memproduksi, Kampung Sangkan RT 2/2, Desa Laksana, Kecamatan Ibun. (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Bertempat di bagian belakang rumahnya itu, setiap harinya aktivitas pembuatan borondong ketan dilakukan, mulai dari proses sangrai, pencetakan, hingga pengemasan.

Yayat bercerita, kalau ia mulai berkecimpung dalam pembuatan borondong ketan tersebut sejak 1980 dan
Ia adalah generasi ketiga dalam usaha pembuatan tersebut.

"Awalnya kakek nenek saya, terus dilanjutkan orangtua, dan sekarang saya," kata Yayat saat dijumpai di kediamannya di Desa Laksana Ibun, Rabu (2/1/2019).

Sebelum terjun ke dalam pembuatan borondong ketan, semasa melajang Yayat melakukan sejumlah profesi pekerjaan, mulai menjadi sebagai buruh tani hingga menjadi pegawai bangunan.

Minuman Keras Tradisional Khas Manado, Cap Tikus Kini Dijual Bebas

Karena adanya permintaan dari orangtua itu terhadap keberlangsungan bisnis borondong ketan, Yayat kemudian berpikir, tidak ada salahnya melanjutkan bisnis turun temurun tersebut.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved