Berondong Ketan Asal Ibun, Proses Pembuatannya Tradisional yang Dipelajari Turun Temurun

Kudapan manis berbahan dasar gabah beras ketan yang dibalut oleh gula merah cair dibuat secara turun temurun oleh orangtua terdahulu

Berondong Ketan Asal Ibun, Proses Pembuatannya Tradisional yang Dipelajari Turun Temurun
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Berondong ketan 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Proses produksi berondong ketan secara tradisional masih dipercaya kuat oleh produsen kudapan manis tersebut di Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Kudapan manis berbahan dasar gabah beras ketan yang dibalut oleh gula merah cair dibuat secara turun temurun oleh orangtua terdahulu, namun saat ini hanya tersisa sebanyak 18 industri rumahan saja.

Seorang produsen borondong ketang, Yayat Suwarsa (51), mengatakan, dari mulai pemilihan bahan baku, sangrai, sortir, pencampuran, pencetakan, hingga pengemasan, dilakukan secara tradisional tanpa mesin.


"Masih percaya, cara tradisional lebih nikmat dan sangat terasa," kata Yayat di Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Rabu (2/1/2019).

Beberapa tahun lalu, kata Yayat, ada bantuan berupa mesin pengolah borondong ketan yang sengaja diberikan kepada kelompok pembuat borondong dari salah satu perusahaan dan universitas negeri di Kota Bandung.

Namun, setelah mencoba menggunakan alat pencetak tersebut, proses pembuatan jauh lebih lama dan tidak menghasilkan borondong dalam jumlah banyak.

"Masih cepat cara tradisional, pakai mesin hanya setengahnya saja. Kebutuhan listrik juga lebih boros," katanya.

Fakta-fakta Terbaru Longsor Cisolok Sukabumi - Korban Tewas 19 Orang hingga Adanya Longsor Susulan

Tak hanya itu, kata Yayat, bila mempergunakan mesin, secara tidak langsung akan menggantikan tenaga manusia yang sudah telaten membuat borondong sejak puluhan tahun lalu.

"Kalau tradisional kan melibatkan banyak orang baik saudara atau tetangga, kalau pakai mesin mereka tidak akan kerja lagi," katanya.

Membedakan dengan borondong lain, ciri khas borondong asal Kampung Sangkan, yakni berbentuk bulat kecil kelereng hingga berukuran kepala orang dewasa, pipih, dan berbentuk hewan.

Unik, Ada Penari Jaipong pada Lampu Penyeberangan di Alun-alun Kota Bandung

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved