Tahun 2018, Angka Curanmor di Kabupaten Sumedang Tinggi, Meningkat Dibanding 2017

Kasus paling menonjol, salah satunya adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua.

Tahun 2018, Angka Curanmor di Kabupaten Sumedang Tinggi, Meningkat Dibanding 2017
Istimewa/Pixabay.com
Ilustrasi perampokan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Polres Sumedang telah merilis kasus tindak pidana yang terjadi di Kabupaten Sumedang sepanjang 2018.

Kasus paling menonjol, salah satunya adalah kasus pencurian kendaraan bermotor ( curanmor ) roda dua.

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh Tribun Jabar, sepanjang 2018, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang, berhasil mengungkap sebanyak 220 kasus curanmor roda dua.

Dibandingkan tahun 2017, tindak pidana curanmor roda dua hanya terjadi sebanyak 151 kejadian, kemudian meningkat tajam di 2018, hingga mengalami peningkatan sebesar 45,7 persen.

Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, mengatakan, tindakan pidana curanmor yang di Kabupaten Sumedang, banyak terjadi wilayah perkotaan yang identik dengan kawasan indekos dan pusat keramaian.

Selama 2018, Ada 585 Tindak Pidana Terjadi di Kabupaten Sumedang

"Wilayah tersebut, termasuk Jatinangor, Cimanggung, Sumedang Utara, dan Sumedang Selatan," kata Hartoyo melalui sambungan telepon kepada Tribun Jabar, Selasa (1/1/2019).

Penyebab terjadinya tindak pidana tersebut, kata Hartoyo, terjadi karena lemahnya kewaspadaan dari masyarakat, mulai dari tidak adanya kamera pengawas di lokasi indekos atau lahan parkir sekali pun.

Hartoyo menambahkan, akibat lemahnya pengawasan dari masyarakat itu, menyebabkan sejumlah orang memanfaatkan hal tersebut, karena sebelumnya telah membaca situasi.

"Upaya sudah kami lakukan, salah satunya terus mengingatkan masyarakat, tetapi masih banyak terjadi," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved