Komunitas

Bandung Saxophonist, Komunitas Pemain Saksofon di Bandung, Terbentuk karena Sering Latihan Bareng

Di Bandung, alat musik saksofon cukup dikenal oleh banyak masyarakat, bahkan terdapat komunitasnya juga yang bernama Bandung Saxophonist Community.

Bandung Saxophonist, Komunitas Pemain Saksofon di Bandung, Terbentuk karena Sering Latihan Bareng
Tribun Jabar/Putri Puspita
Bandung Saxhoponist saat ditemui di Jalan Asia Afrika ketika mengadakan penggalangan dana untuk Banten dan Lampung, Minggu (30/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penggunaan alat musik saksofon kian marak digunakan oleh para musisi saat tampil di panggung.

Alat musik yang bentuknya mirip terompet ini biasanya dimainkan di pertunjukan musik jazz, reggae, dan musik pelengkap orkestra.

Saat ini, saksofon sudah menjadi alat musik yang digunakan oleh para pemain band sehingga memberikan warna musik berbeda dan lebih ceria.

Di Bandung, alat musik saksofon cukup dikenal oleh banyak masyarakat, bahkan terdapat komunitasnya juga yang bernama Bandung Saxophonist Community.

Bandung Saxhoponist saat ditemui di Jalan Asia Afrika ketika mengadakan penggalangan dana untuk Banten dan Lampung, Minggu (30/12/2018).
Bandung Saxhoponist saat ditemui di Jalan Asia Afrika ketika mengadakan penggalangan dana untuk Banten dan Lampung, Minggu (30/12/2018). (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Ketua Komunitas Bandung Saxophonist, Taufik Hilman (Vicko) mengatakan komunitas ini telah terbentuk sejak 2014.

Saat itu anggota komunitas ini bisa berkumpul karena adanya kegiatan master class bersama pemain saksofon profesional dari luar negeri.

Taufik mengatakan, anggota komunitas ini terdiri dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, pemain band, hingga guru musik.

Komunitas Seni Celah Celah Langit Gelar Penggalangan Donasi untuk Korban Tsunami Banten

"Yang bergabung di komunitas ini adalah orang-orang yang bisa dan memiliki alat musik saksofon. Selain itu juga harus memiliki kemauan untuk belajar," ujar Vicko saat ditemui di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung ketika mengadakan penggalangan dana untuk Banten dan Lampung, Minggu (30/12/2018).

Guru musik di SMA Labschool UPI ini mengatakan, perkumpulan ini bermula dari seringnya latihan bersama bermain saksofon.

Ya, bermain saksofon memang banyak yang otodidak.

Bandung Saxhoponist saat ditemui di Jalan Asia Afrika ketika mengadakan penggalangan dana untuk Banten dan Lampung, Minggu (30/12/2018).
Bandung Saxhoponist saat ditemui di Jalan Asia Afrika ketika mengadakan penggalangan dana untuk Banten dan Lampung, Minggu (30/12/2018). (Tribun Jabar/Putri Puspita)
Halaman
12
Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved