Apotek di Sumedang Diimbau Tak Jual Obat Batuk Sachet dalam Jumlah Banyak ke Masyarakat

Polres Sumedang mengimbau kepada seluruh pemilik apotek di Kabupaten Sumedang, untuk tidak menjual alkohol kemasan botol dan obat batuk sachet.

Apotek di Sumedang Diimbau Tak Jual Obat Batuk Sachet dalam Jumlah Banyak ke Masyarakat
shutterstock
Illustrasi minuman keras beralkohol oplosan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Polres Sumedang mengimbau kepada seluruh pemilik apotek di Kabupaten Sumedang, untuk tidak menjual alkohol kemasan botol dan obat batuk sachet dalam jumlah banyak kepada masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan, kedua barang tersebut dipergunakan oleh sejumlah orang untuk dibuat menjadi miras oplosan.

Lima hari terakhir ini aparat kepolisian gencar melakukan razia miras diberbagai tempat.

Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, mengatakan, pada malam pergantian tahun, dipastikan wilayah Kabupaten Sumedang bebas dari miras dalam bentuk apapun, untuk menghindari adanya tindakan kriminal.

"Biasanya, kalau mereka sudah susah cari miras akan mencari dua barang itu, makannya kami minta untuk pihak apotek tidak menjual ke sembarang orang," kata Hartoyo di Mapolres Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Senin (31/12/2018).

Polres Sumedang Pastikan Tak Ada Euforia Berlebihan di Malam Tahun Baru, Kembang Api Masih Boleh

Hartoyo mengatakan, hal yang mencurigakan ketika ada seseorang yang membutuhkan barang tersebut sebagai alternatif pengganti miras, biasanya membeli dalam jumlah banyak dan harus dipertanyakan.

"Harus curiga, ketika ada yang membeli dalam jumlah banyak, biasanya paling banyak anak di bawah umur," kata Hartoyo.

Hartoyo mengatakan, pihaknya memastikan di Kabupaten Sumedang tidak akan ada euforia pergantian tahun secara berlebihan.

Hal tersebut sebagai bentuk empati terhadap musibah disejumlah wilayah Indonesia.

Ia mengatakan, masyarakat saat ini tengah berduka, maka dari itu masyarakat Sumedang diminta untuk menjaga situasi kondusif, sehingga perdamaian tetap terus terjaga.

"Kembang api masih ditoleransi, lalu masyarakat jangan sampai melakukan konvoi, agar tidak menganggu masyarakat lainnya,"  kata Hartoyo.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved