Akhir Tahun 2018, Warga Kembali Diskusi Soal Pemekaran Kota Cipanas

"Kami dari komite pemekaran melanjutkan perjuangan kawan terdahulu yang sudah menyampaikan aspirasi," ujar Saeful.

Akhir Tahun 2018, Warga Kembali Diskusi Soal Pemekaran Kota Cipanas
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Pembentukan Komite Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kota Cipanas, yang dikemas dalam acara diskusi di aula Pasar Loa, Desa Cipanas, Senin (31/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR -Perbincangan Pemekaran Kota Cipanas kembali menghangat.

Hal tersebut ditandai dengan pembentukan Komite Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kota Cipanas, yang dikemas dalam acara diskusi di aula Pasar Loa, Desa Cipanas, Senin (31/12/2018).

Ketua Komite Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru, Saeful Anwar, mengatakan, diskusi dan pembentukan komite hanya simbolis melanjutkan perjuangan dari para tokoh yang lebih dulu memperjuangkan pemekaran Kota Cipanas.

"Kami dari komite pemekaran melanjutkan perjuangan kawan terdahulu yang sudah menyampaikan aspirasi," ujar Saeful.

Menurutnya, Cipanas sudah layak menjadi kota mandiri, meski sempat tertunda karena moratorium saat ini pihaknya bersama beberapa tokoh akan menjadikan pemekaran Kota Cipanas menjadi agenda program nasional.

"Sebagai syarat formal hasil kajian terdahulu sudah sangat layak menjadi kota mandiri baru, hari ini hadir dari
tokoh komite 2017/2018, dari perwakilan desa, dan kecamatan.

Ia mengatakan, perjuangan komite saat ini khusus berbicara target prioritas 2020 harus sudah menghasilkan kemajuan.

Tahun Baru 2019 Momentum Bagi Prajurit Korem 063/SGJ untuk Introspeksi Diri

Malam Tahun Baru, 1.200 Staf Dishub Jabar Amankan Lalu Lintas Rawan Macet di Jabar

"Banyak kendala kami di lapangan, seperti hasil komunikasi dengan DPRD harus melakukan kajian ulang, padahal sudah dikaji berkali-kali dan sudah layak, saya pikir dewan melihat pandangan politik bukan hukum," kata Saeful.

Saeful mengatakan, pada pokoknya saat ini harus ada pembentukan pansus serta meminta rekomendasi dari dewan dan bupati.

Menurutnya, wacana pemekaran Cipanas sudah bergulir sejak tahun 1985, lalu pada tahun 1999 diolah, dan pada tahun 2000 dilakukan kajian.

"Jadi rangkaian sangat panjang ini sudah dilakukan para tokoh terdahulu," ujar Saeful.

Pihaknya mengatakan, akan mendesak DPRD karena ini aspirasi kolektif dari warga Cipanas. Setelah mengadakan diskusi di sekitar terminal Cipanas, langkah selanjutnya yang akan dilakukan komite adalah mengadakan rembuk daerah yang tergabung di wilayah 5 kecamatan.

"Rembuk daerah itu akan membahas beberapa hal, ketika disetujui harus seperti apa, gambaran Cipanas ke depan mau seperti apa, kami akan banyak melakukan diskusi dan pertemuan," ujar Saeful.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved