Tahun 2018 Bawaslu Cianjur Tangani 9 Perkara, Satu Kasus Sudah Vonis

Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Cianjur sudah menangani sembilan perkara terkait Pemilu selama tahun 2018

Tahun 2018 Bawaslu Cianjur Tangani 9 Perkara, Satu Kasus Sudah Vonis
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Dalam rangka proses pencegahan terjadinya dugaan pelanggaran, Bawaslu Cianjur menggaet Pramuka untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Cianjur sudah menangani sembilan perkara terkait Pemilu selama tahun 2018. Dari sembilan penanganan pelanggaran, perkara yang naik ke pengadilan satu kasus satu dan sudah vonis.

Koordinator Hubungan Antar Lembaga, Hadi Dzikrinur, mengatakan, beberapa temuan yang sudah ditangani Bawaslu Cianjur di antaranya dugaan kode etik aparatur sipil negara, dugaan pelanggaran oleh penyelenggara pemilu, dugaan tindak pidana pemilihan yang melibatkan Sekdis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur.

"Kami sudah putuskan melanggar sudah disampaikan komisi ASN namun hingga saat ini belum mengetahui sejauh mana sanksinya padahal dokumen sudah lengkap," ujar Hadi, di kantor Bawaslu Cianjur, Jalan Ariawiratanudatar Datar, Minggu (30/12/2018).

Hadi mengatakan, beberapa laporan pelanggaran lainnya yang ditangani Bawaslu adalah dugaan pelanggaran kode etik namun tak terbukti.

Meski Tanpa Atribut, Bobotoh Siap Penuhi Stadion Laga Persib Bandung Musim Depan

Lalu ada aparat pemerintah dalam hal ini kepala desa yang menghadiri acara partai politik hal tersebut juga tak terbukti. Dari sembilan perkara juga ada dugaan tindak pidana pemilihan sebangak tiga kasus, dua di antaranya tak memenuhi unsur.

"Satu perkara yang paling menonjol di 2018 adanya calon anggota legislatif yang diperkarakan dan menjalani sidang. Langkah selanjutnya kami menunggu salinan persidangan dari Kejaksaan," kata Hadi.

Hadi mengatakan Bawaslu Cianjur pun telah melakukan tindakan pencegahan pelanggaran dengan melakukan sosialisasi peraturan, surat imbauan, pemetaan potensi kerawanan, supervisi, koordinasi antar lembaga, dan peningkatan peran aktif partisipasi masyarakat.


"Kami juga telah melakukan sosialisasi peraturan Bawaslu dengan mengundang stakeholder, kami juga telah melakukan deklarasi pemilu bersih 2019, tanpa politik uang, tanpa politik sara, dan tanpa hoaks serta ujaran kebencian," ujar Hadi.

Hadi mengatakan, pihaknya juga mengingatkan ASN dan kepala desa untuk netral dalam Pilkada dengan melakukan sosialisasi kepada para kepala dinas, ASN, dan para kepala desa.

"Pemilih pemula dan Pramuka pun tak luput dalam peran partisipatif mereka dalam pengawasan," ujar Hadi.


Hadi mengatakan, saat ini Bawaslu sedang melakukan penertiban alat peraga kampanye bersama dengan stakeholder. "Jumlahnya masih terus kami update," kata Hadi.
Saat ini Cianjur memiliki daftar pemilih laki-lakii847.812 perempuan 820.932 total 1.668.744, rata-rata pemilih per TPS 242 oran

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved