Miris, Lima Alat Pendeteksi Tsunami di Pesisir Selatan Pantai Cianjur Masih Rusak

Lima alat pendeteksi tsunami yang ditanam di pesisir Pantai selatan Cianjur masih dalam kondisi rusak.

Miris, Lima Alat Pendeteksi Tsunami di Pesisir Selatan Pantai Cianjur Masih Rusak
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kondisi Pantai Jayanti, Cianjur, Selasa (25/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Lima alat pendeteksi tsunami yang ditanam di pesisir Pantai selatan Cianjur masih dalam kondisi rusak.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan pusat.

Alat pendeteksi tsunami tersebut ditanam di pesisir Pantai Jayanti Cidaun, Pantai Sindangbarang, dan Pantai Agrabinta. Kerusakan sudah terjadi sejak tiga tahun lalu.

Kerusakan telah dilaporkan ke BNPB, Pemkab Cianjur berharap ada alat pendeteksi tsunami yang baru.

Ia mengatakan, sebagai imbauan kepada warga terkait potensi-potensi terjadinya bencana, pihaknya telah mengirinkan surat imbauan kepada Muspika yang ada di Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta.

Imbauan kepada warga juga berisi tentang kewaspadaan warga yang berada di pesisir pantai selatan Cianjur agar waspada akan terjadinya potensi tsunami.

Surat edaran tersebut menyusul adanya suara dentuman misterius dan lima alat pendeteksi tsunami yang ditanam di pesisir pantai Cidaun, Sindangbarang dan Agrabinta sejak tiga tahun lalu rusak parah.

Herman mengatakan, selain telah memberikan surat imbauan, pihaknya juga telah menyiagakan BPBD untuk piket 24 jam.

"Ini bisa dikatakan masa yang darurat, kita jaga-jaga khawatir terjadi tsunami," katanya.

70 Tukang Cukur di Garut Gelar Cukur Amal, Donasi yang Terkumpul untuk Korban Tsunami Banten

Halaman
12
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved