Meski Tubuh Penuh Luka, Nanang Suherman Lolos dari Maut Saat Diterjang Tsunami, Begini Kisahnya

Nanang Suherman (53), warga Bumi Cipacing Permai, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, seorang wisatawan di Pantai Carita

Meski Tubuh Penuh Luka, Nanang Suherman Lolos dari Maut Saat Diterjang Tsunami, Begini Kisahnya
istimewa
Nanang Suherman, korban luka akibat Tsunami masih dirawat di RSUD Sumedang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Nanang Suherman (53), warga Bumi Cipacing Permai, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, seorang wisatawan di Pantai Carita, Provinsi Banten, menyaksikan secara langsung gelombang tsunami setinggi enam meter menerjang pantai tersebut.

Pada Sabtu (22/12/2018) petang, Nanang tengah asyik bercengkrama dengan seluruh anggota rombongan, sambil menikmati pemandangan dan beberapa di antaranya ada yang terhanyut dalam alunan musik karaoke di villa tersebut.

Tepat pada pukul 21.30 WIB, saat tengah asyik menikmati malam libur panjang itu dalam hitungan detik, gelombang setinggi enam meter datang kemudian menerjang wilayah pesisir Pantai Carita, dibarengi suara teriakan seluruh penghuni villa.

Nanang yang saat itu mengenakan kain sarung, kemudian terhempas sejauh beberapa meter dari halaman villa, lalu terhujam puing bangunan di seluruh bagian tubuhnya.

Ia bercerita ombak yang menerjang Pantai Carita tersebut lebih dari dua kali, "Saya lihat dari pantai itu sampai 20 meter, tetapi sampai ke villa itu kira - kira enam meter, villa berjarak 30 meter saja dari pantai," ujar Nanang di pembaringan kamar rawat inap tulip, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang, Jalan Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Jumat (28/12/2018).

Begini Kondisi Terakhir Habib Bahar bin Smith di Sel Tahanan, Ini Para Tokoh yang Menjenguknya

Saat terbawa gelombang dan beberapa kali terhantam puing bangunan, Nanang kemudian ditarik oleh salah seorang keluarganya, yakni Yeni Kusmawati, ke bagian atap villa untuk sama - sama menyelamatkan diri dari terjangan tsunami.

Setelah beberapa menit bergantung di atap rumah dan air mulai terlihar surut, Nanang kemudian berlari ke arah timur villa untuk menyelamatkan diri, walau dalam kondisi tertatih - tatih akibat benturan keras.

"Saudara - saudara saya di dalam banyak terjebak, terutama di bagian belakang villa, empat orang meninggal di situ," kata Nanang.


Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved