Darurat Pandeglang, ACT Dirikan 4 Posko dan Dapur Umum untuk Korban Tsunami

Selain melanjutkan proses evakuasi korban, Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga mulai mengaktivasi sejumlah posko dan dapur umum, Senin (24/12/2018).

Darurat Pandeglang, ACT Dirikan 4 Posko dan Dapur Umum untuk Korban Tsunami
Istimewa
Aksi Cepat Tanggap (ACT) mulai mengaktivasi sejumlah posko dan dapur umum untuk korban tsunami Pandeglang, Senin (24/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID- Upaya penanganan tanggap darurat bencana tsunami di Pandeglang masih berlangsung hingga kini.

Selain melanjutkan proses evakuasi korban, Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga mulai mengaktivasi sejumlah posko dan dapur umum, Senin (24/12/2018).

Vice President ACT Ibnu Khajar menerangkan posko kemanusiaan didirikan di empat titik yang terkena dampak bencana cukup parah.

Keempat posko tersebut di antaranya Posko Induk dan Dapur Umum di Kecamatan Labuan, Posko Wilayah Sumur, Posko Wilayah Panimbang dan Tanjung Lesung, dan Posko Wilayah Anyer.

“Aktivasi keempat posko ini untuk mempercepat penanganan tanggap darurat. Aktivasi ini dibarengi dengan pendirian dapur umum di posko induk serta pemberian layanan medis untuk korban bencana. Semua simultan dengan proses evakuasi yang masih berlangsung hingga kini,” kata Ibnu.

Ketika Krakatau Meletus 135 Tahun yang Lalu, Jam 7 Pagi Masih Gelap, Warga Panik Menyebut Nama Allah

Update Terkini Korban Tsunami di Selat Sunda, 281 Tewas dan 57 Masih Dicari

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mulai mengaktivasi sejumlah posko dan dapur umum untuk korban tsunami Pandeglang, Senin (24/12/2018).
Aksi Cepat Tanggap (ACT) mulai mengaktivasi sejumlah posko dan dapur umum untuk korban tsunami Pandeglang, Senin (24/12/2018). (Istimewa)

Lebih dari 50 relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) telah terjun di lokasi-lokasi terdampak bencana, bersama dengan Tim Emergency Response ACT.

Ibnu memperkirakan jumlah relawan yang terlibat akan terus bertambah hingga 500 relawan, mengingat masih banyak warga terdampak yang membutuhkan pertolongan.

“Dengan empat posko yang diaktivasi, itu setidaknya membutuhkan 250-500 relawan untuk memastikan pendistribusian logistik dari setiap posko ke titik-titik pengungsi berjalan lancar. Tidak terkecuali penyediaan makanan siap santap di dapur umum. Dapur umum ini menjadi bagian yang penting karena masih banyak warga yang mengungsi di rumah-rumah penduduk di wilayah pegunungan, seperti yang saya kunjungi di Desa Sukarame, 7 km sebelum Puskesmas Carita,” kata Ibnu.

Sementara itu, tim medis mulai dikerahkan ke titik-titik terdampak tsunami untuk menjangkau korban luka yang belum mendapatkan penanganan medis.

Ambulans Pre-Hospital juga diberangkatkan dari Jakarta untuk mendukung proses pemberian layanan medis di fase tanggap darurat.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved