Tribun Health

Ini Sederet Bahaya Jika Anda Tak Mencukur Rambut Kemaluan, Cukur dengan Cara yang Benar

Bahkan, mencukur rambut kemaluan sangat disarankan karena, anjuran ini sebaiknya dilakukan secara rutin, yaitu setiap 40 hari sekali.

Ini Sederet Bahaya Jika Anda Tak Mencukur Rambut Kemaluan, Cukur dengan Cara yang Benar
plus.google.com
Ilustrasi mencukur rambut kemaluan 

TRIBUNJABAR.ID - Mencukur rambut kemaluan adalah salah satu anjuran dalam suatu agama.

Bahkan, mencukur rambut kemaluan sangat disarankansebaiknya dilakukan secara rutin, yaitu setiap 40 hari sekali.

Anjuran mencukur rambut kemaluan berlaku bagi pria maupun wanita.

Mengutip klikdokter.com, sebagian orang mempertanyakan pentingnya memangkas rambut kemaluan.

Pasalnya, dikaitkan dengan kejadian luka dan infeksi setelah mencukur rambut kemaluan.

Selain itu, menghilangkan fungsi perlindungan alat kelamin dari debu atau kotoran lain hingga adanya pendapat bahwa hal ini merepotkan dan tidak memberikan efek apapun.

t
Illustrasi bulu kemaluan. (foto: shutterstock)

Ternyata, di balik tuntunan agama, mencukur rambut kemaluan yang dilakukan dengan cara yang tepat dapat memberikan beberapa manfaat dari sisi kesehatan.

Melalui mencukur rambut kemaluan, proses pembersihan produk kelenjar minyak keringat dapat dilakukan dengan sempurna.

Bila produk kelenjar ini tersisa di area rambut, maka menyebabkan area tersebut lembab dan bakteri mudah berkembang biak (menyebabkan gatal, bengkak, kemerahan, dll).

Memastikan rambut kemaluan tetap tipis akan mencegah bersarangnya tungaukutu kelamin (jenis phthirus pubis).

t
Illustrasi alat cukur bulu kemaluan. (foto: shutterstock)
Halaman
12
Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved