Sandiaga Uno Blak-blakan Menang Pilpres 2019 Tidak Penting, Menolak Menang Kalau Tidak Jujur

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menang Pilpres 2019 tidak penting. Sandiaga juga memilih tak jadi Wapres kalau hasil demokrasi tidak adil dan jujur.

Sandiaga Uno Blak-blakan Menang Pilpres 2019 Tidak Penting, Menolak Menang Kalau Tidak Jujur
Tribun Jabar/Haryanto
Calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno saat melakukan kunjungan kampanye di Kabupaten Purwakarta, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menang Pilpres 2019 tidak lah penting.

Sandiaga Uno lebih memilih proses yang selama ini dijalani dari kecil, sukses, menjadi pengusaha, dan kini blususkan menemui banyak masyarakat selama kampanye Pilpres 2019.

Proses yang dijalani sekarang, kata Sandiaga Uno telah memberikan pencerahan pada dirinya, bahwa membantu masyarakat sehingga kehidupannya menjadi lebih baik jauh lebih bernilai ketimbang menang Pilpres 2019.

Sandiaga Uno mengatakan itu menjawab pertanyaan Aiman Wicaksono dalam program acara AIMAN Kompastv, Sabtu (22/12/2018).

Aiman bertanya, "menang pilpres tidak penting?"

"Tidak penting, yang penting itu bagaimana, semua sudah ditentukan yang di atas (Allah SWT). Kalah menang urusan yang di atas, sudah banyak yang saya dapat dari sini, sudah Alhamdulillah," ujar Sandiaga.

Sandiaga Uno juga memilih demokrasi di Indonesia tercipta karena proses politik yang jujur dan adil, bukan karena adanya kecurangan.

Maka, Sandiaga Uno pun tidak mau menjadi Wakil Presiden Indonesia pada Pilpres 2019 jika prosesnya dilakukan dengan cara yang tidak baik.

Soal Pertemuan SBY dan Prabowo, Maruf Amin: Itu Bukan Ancaman Bagi Kita

Habibah Emak-emak yang Pasang Baliho Prabowo-Sandiaga Uno di Depan Rumah, Ternyata Bukan Orang Biasa

Apa yang akan diperbaiki dari pemerintahan Jokowi?" tanya Aiman.

Sandiaga Uni menyoroti soal lapangan pekerjaan.
Hal itu dianggap penting karena jika lapangan pekerjaan tercipa, maka pengangguran akan berkurang dan masyarakat memiliki penghasilan.

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mrmbeli minyak wangi di depan makan Syech Baing Yusuf, Purwakarta, Rabu (14/11/2018).
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mrmbeli minyak wangi di depan makan Syech Baing Yusuf, Purwakarta, Rabu (14/11/2018). (tribunjabar/haryanto)

"Kalau tak diperbaiki, akan ada ketimpangan. Dan pengangguran itu bisa menjadi sumber masalah," ujarnya.

Jika kelak diberi amanah berkuasa di Indonesia, Sandiaga Uno akan menempatkan orang-orang yang tepat untuk mengisi jabatan-jabatan di BUMN.

Sandiaga Uno adalah seorang pengusaha Indonesia yang kini dipinang oleh Partai Gerindra dan koalisinya untuk mendamping calon presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Tak Dukung Prabowo-Sandiaga Uno, Kader PAN Jawa Barat Dipersilakan Mundur

Reuni 212 Dinilai Jadi Blunder Kubu Prabowo-Sandiaga

Sebelumnya, Sandiaga Uno adalah wakil gubernur DKI Jakarta, memenangkan Pilkada DKI Jakarta mendamping Anies Baswedan.

Hanya beberapa bulan menjabat wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meletakan jabatan dan menerima pinangan menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved