Kabupaten Cianjur Disebut Butuh 200 Jembatan Baru

Letak geografis Kabupaten Cianjur yang berbukit dan banyak dialiri sungai membuat kebutuhan jembatan penyeberangan cukup tinggi.

Kabupaten Cianjur Disebut Butuh 200 Jembatan Baru
Tribun Jabar/ Ferri Amiril
Pelajar di Cianjur Selatan, harus menyeberang sungai untuk bersekolah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Seksi Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cianjur, Yayan, mengatakan letak geografis Kabupaten Cianjur yang berbukit dan banyak dialiri sungai membuat kebutuhan jembatan penyeberangan cukup tinggi.

Apalagi topografi wilayah selatan yang identik dengan wilayah rawan banjir.

Ia mengatakan, untuk 2019 pihaknya sudah mengajukan pembangunan jembatan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sebanyak 200 buah.


"150 di antaranya adalah jembatan gantung, dan 50 jembatan jalan," kata Yayan, ditemui di kantor Diskimrum, Kamis (20/12/2018).

Yayan berharap, dari ajuan tersebut pemerintah mengabulkan pembangunan jembatan sebanyak-banyaknya karena anggaran pembelanjaan daerah Kabupaten Cianjur yang terbatas.

Saat ditanya mengenai kebutuhan jembatan bagi pelajar di pelosok Kecamatan Cikadu, Yayan mengatakan bahwa hal tersebut akan diinventarisir bersama dengan kebutuhan jembatan lainnya yang hampir sama.

"Ini data baru semoga apa yang mencuat segera mendapat respons mengingat urgensinya, kami juga telah mengajukan bantuan pembangunan jembatan gantung di titik lainnya," kata Yayan.

Ia mengatakan, berdasarkan survei yang telah dilakukan, memang masih banyak akses jembatan yang dibutuhkan oleh warga. Namun, mengingat medan dan jarak yang terkadang sulit diakses menjadikan pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap.

Bocah 5 Tahun Tewas Terkunci di Dalam Mobil Selama Berjam-jam, Kehabisan Oksigen

"Daerah yang berbukit dan lembah yang curam, banyaknya aliran sungai, terkadang menjadi kendala. Jadi kami lakukan bertahap dengan anggaran yang ada," ujar Yayan.

Sebelumnya diberitakan, para pelajar yang bersekolah di SDN Gunung Dalung dan SMP Negeri 5 Cikadu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, terpaksa bertaruh nyawa untuk sampai di sekolah.

Para siswa tersebut harus menyeberang sungai dan melawan arus air setiap berangkat sekolah.

Ini dikarenakan satu jembatan yang jadi satu-satunya akses putus sejak dua tahun lalu.

Ketua Bawaslu Jabar Sebut Ini Jenis-jenis Pelanggaran Pemilu yang Terjadi di Jawa Barat

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved