Para Perajin Kulit di Sukaregang Garut Dilatih Pemasaran Secara Online

Sejumlah dosen dari Universitas Widyatama Bandung yang dipimpin Dr Yenny Maya Dora mengajari para perajin bagaimana mereka memasarkan produknya melalu

Para Perajin Kulit di Sukaregang Garut Dilatih Pemasaran Secara Online
TRIBUNJABAR.CO.ID/HAKIM BAIHAQI
Ilustrasi. Sejumlah pengunjung tengah melihat-lihat produk kerajinan kulit di toko Creasygart di Jalan Gagaklumayung, Kampung Sukaregang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (14/1/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Para perajin kulit di Sukaregang, Kabupaten Garut, umumnya masih mengandalkan pemasaran melalui displai toko yang ada di lokasi tempat di mana para perajin tinggal.

Mereka masih belum memanfaatkan jaringan internet sebagai sarana untuk penjualan produk secara maksimal.

Oleh karena itu, sejumlah dosen dari Universitas Widyatama Bandung yang dipimpin Dr Yenny Maya Dora mengajari para perajin bagaimana mereka memasarkan produknya melalui internet.

Para perajin diberikan pelatihan teknis pemasaran modern via internet Facebook, Instagram, Whats App, Twitter, atau di toko-toko online seperti Lazada, Tokopedia, Shopee, Zalora, Bukalapak dan sebagainya, baru-baru ini.

Yenny Maya Dora mengatakan, para pelaku UMKM hanya memasarkan produk sebatas di display toko, padahal di era digital sekarang ini, perilaku konsumen sudah bergeser pada toko-toko online. 

Oleh karena itu, lanjut Yenny Maya Dora, para pelaku UMKM perlu dibantu.

Dengan memberi pelatihan, maka mereka bisa memasarkan produk tidak hanya di toko, tapi bisa melalui Facebook, Instagram, Whats App, Twitter, atau di toko-toko online seperti Lazada, Tokopedia, Shopee, Zalora, Buka lapak, dan masih banyak lagi.

Talkshow Pemilu 2019 di Universitas Widyatama, Literasi Media Sosial Harus Optimal

"Setelah diberi pelatihan, para UKM siap memasarkan produknya secara online," kata dosen yang juga ketua pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Widyatama di Sukaregang, Kabupaten, Garut ini, Selasa (18/12/2018).

Lebih lanjut Yenny Maya Dora menjelaskan, para pelaku UMKM kulit Sukarageng Garut, secara umum berdasarkan observasi, ternyata hampir semua memproduksi jenis produk yang sama dengan kualitas dan penetapan harga yang sama.

Akan tetapi hanya sedikit sekali dari para pelaku yang menggunakan teknologi informasi sebagai alat mempromosikan produk-produknya.

Menurut informasi, masih ada sekitar 50 persen UMKM yang belum mengadopsi teknologi.

"Hal ini dapat membuat kelemahan daya saing pelaku usaha," ujar Yenny Maya Dora.

Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved