Eddy Soeparno Beri Solusi untuk Stabilkan Harga Pangan

"Sadar atau tidak pengurangan lahan produktif bahan pangan dapat menyebabkan meningkatnya harga pangan di masyarakat," ujar Eddy Soeparno.

Eddy Soeparno Beri Solusi untuk Stabilkan Harga Pangan
Istimewa
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno bersilaturahmi dan menyerap aspirasi petani. 

TRIBUNJABAR.ID- Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno berkomitmen meninjau ulang regulasi alih fungsi lahan pertanian.

Ia menilai banyaknya perubahan lahan pertanian dan perkebunan menjadi lahan industri atau perumahan turut andil dalam inflasi harga pangan.

"Lahan yang menunjang kebutuhan pokok kita semakin lama semakin berkurang. Ini tidak boleh kita biarkan, nanti akan kita benahi regulasi yang mengatur," kata Kang Eddy, Senin (17/12/2018).

"Sadar atau tidak pengurangan lahan produktif bahan pangan dapat menyebabkan meningkatnya harga pangan di masyarakat," ujar Eddy Soeparno.

Upaya tersebut diharapkan Kang Eddy mampu meminimaliskan alih lahan tani secara sporadis menjadi properti.

Mini Cooper Milik Pengemudi Ojek Online asal Ciamis, Dedi Heryadi, Ditawar Hingga Rp 500 Juta

Sebulan Lebih, Pengadilan Agama Ngamprah Terima 374 Perkara, Didominasi Kasus Perceraian

Menurutnya, perubahan lahan pertanian dan perkebunan dapat mengurangi produktifitas para petani.

"Petani kita jika tidak punya lahan mau bertani dimana? Jika seperti itu produktifitas dan pasokan ketahanan pangan kita akan terganggu," tuturnya.

Di samping itu, ia mengatakan jika negara kekurangan pasokan bahan pangan mau tidak mau dilakukan impor dari negara lain.

Eddy Soeparno menilai dengan tanah subur yang dimiliki oleh Indonesia seharusnya negara menjadi pemain ekspor bukan impor.

"Negara harus memiliki pasokan bahan pangan yang kuat untuk menghindarkan impor barang agar harga barang tidak terus menerus naik dan memberatkan masyarakat," ujarnya.

"Maka dari itu kita harus jaga lahan lahan produktof kita dari pembangunan yang tidak mendukung ketahanan pangan kita," katanya.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved