Polemik E-KTP, Eddy Soeparno Minta Kemendagri Usut Tuntas Sebelum Pemilu

Merespons hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno pemerintah dan lembaga terkait seperti Kemendagri.

Polemik E-KTP, Eddy Soeparno Minta Kemendagri Usut Tuntas Sebelum Pemilu
ISTIMEWA
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno bersama (Istri) Sawitri Hardjoprakso di desa Katulampa Kota Bogor. 

TRIBUNJABAR.ID - Belum lama ini mencuat kasus ditemukannya sekarung E-KTP di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Atas munculnya kasus tersebut tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan.

Merespons hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno pemerintah dan lembaga terkait seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengusut tuntas kasus ktp elektronik tersebut.

"Kami mengimbau, pemerintah melalui Kemendagri harus menyelidiki dan menangani kasus ini dengan sebaik-baiknya," kata Kang Eddy, Minggu (16/12/2018).

Ia mempertanyakan kenapa kasus kasus yang melibatkan E-KTP semakin bermunculan menjelang pemilu 2019. Berdasarkan data yang dimilikinya, sepanjang tahun 2018 telah terjadi 4 kali kasus yang melibatkan E-KTP.

Pertama terjadi pada bulan Maret 2018 di Gowa, Sulawesi Selatan menemukan ratusan E-KTP di tempat pembuangan sampah.

Kemudian, di bulan Mei 2018, sebanyak 6000 E-KTP rusak tercecer ketika dipindahkan dari wilayah Pasar Minggu Jakarta Selatan ke Kota Bogor.

Ketiga, terjadi pada bulan September 2018 di Cikande, Kabupaten Serang. Seorang warga menemukan 2.800 keping E-KTP tercecer.

Terakhir, karung penuh dengan E-KTP ditemukan oleh warga di Duren Sawit Jakarta Timur pada Desember 2018.

"Beberapa waktu lalu ditemukan ribuan e-KTP berceceran di Duren Sawit. Tentu kami prihatin, kenapa kasus ini harus terjadi berulang kali?," kata Eddy.

Kang Eddy mengatakan pemerintah maupun aparat penegak hukum tidak boleh melepas kasus ini. Apalagi menjelang Pemilu 2019, mengingat potensinya dapat dipergunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kasus ini tidak boleh dianggap ringan, karena dampaknya sangat serius dan sensitif, apalagi menjelang Pilpres seperti saat ini," kata Kang Eddy.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved