Dua Pelajar SMP Bacok Nenek 80 Tahun Gara-gara Kepergok Curi Sebungkus Rokok

pelajar SMP di Langkaplancar nekat membacok nenek Tarsini (80) di Dusun Jadiharja, Desa Jadikarya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran

Dua Pelajar SMP Bacok Nenek 80 Tahun Gara-gara Kepergok Curi Sebungkus Rokok
Tribunjabar/Andri M Dani
Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang nenek 80 tahun di Langkaplancar pelakunya dua pelajar SMP yang masih di bawah umur. Saat memberikan keterangan pers di Mapolres Ciamis Jumat (14/12/2018) menurut Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso kedua pelaku tidak dihadapkan sesuai dengan ketentuan karena masih dibawah umur. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - D (16) dan S (15) pelajar SMP di Langkaplancar nekat membacok nenek Tarsini (80) di Dusun Jadiharja, Desa Jadikarya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran karena kepergok mencuri sebungkus rokok di rumah sekaligus toko milik korban tersebut.

“Kedua pelaku masuk rumah (sekaligus toko) milik korban dengan mencongkel dinding GRC Jumat (7/12/2018) pukul 23.00. Mendengar suara gaduh korban terbangun, pelaku kemudian membacok korban,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso kepada para wartawan, Jumat (14/12/2018).

Akibat bacokan pelaku, korban mengalami luka di pelipis dan luka di jari karena korban mencoba merebut golok yang dibacokan pelaku. Korban ditemukan warga sudah berlumuran darah namun luput dari maut.

Tarsini tinggal di rumahnya seorang diri. Saat kedua pelaku masuk ke dalam rumahnya, Jumat (7/12/2018) malam, korban terbangun.

Pelaku pun kaget ketika ulahnya diketahui korban.

Pelaku panik kemudian membacok korban hingga berlumuran darah.

Setelah nenek kelahiran 20 OKtober 1937 itu terkapar, pelaku kabur dan hanya sempat membawa satu bungkus rokok.

 Ada Sejak 1992, Cita Rasa Asli Lumpiah Basah Rai & Raka Bandung Tetap Dipertahankan Pemiliknya

Hanya dalam hitungan 1 x 24 jam, petugas kepolisian Polsek Langkaplancar berhasil membekuk kedua pelaku yang masih dibawah umur dan masih duduk di bangku SMP tersebut.

D (16) kelas IX SMP sedangkan S (15) kelas VIII SMP.

Keduanya kini dititipkan di sebuah yayasan di Banjarsari, yayasan yang sudah mendapat rekomendasikan dari Kemenkum HAM RI. D dan S, terancam hukuman 12 tahun penjara seperti yang diatur pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke (1), ke(2) dan ke (3) KUHP.

Kapolres Ciamis AKPB Bismo Teguh Prakoso menyebutkan perbuatan kedua siswa SMP yang masih dibawah umur tersebut merupakan fenomena yang mengkhawatirkan. “Apalagi kejadiannya di pelosok jauh dari perkotaan,” ujar AKBP Bismo Teguh Prakoso.

Hanya untuk mencuri satu bungkus rokok mereka sudah mempersiapkan diri dengan golok. Mempersiapkan golok untuk mencongkel dinding rumah sekaligus warung tersebut dan kemudian menggunakannya untuk membacok korban.

Mereka sudah merencanakan perbuatan pencurian dengan kekerasan.  Golok yang digunakan pelaku untuk membacok Nini Tarsini tersebut disita sebagai barang bukti.

“Kami sudah mendatangi korban dan memberikan bantuan. Kami juga akan mengutus petugas ke sekolah tempat kedua pelaku bersekolah. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi guru, orangtua dan lingkungan. Kasus serupa jangan terulang kembali," ujar Kapolres.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved