Diduga Keracunan Bau Ikan Pirek, 2 Nelayan di Lamongan Meninggal, Begini Krologinya

Dua nelayan asal Blimbing, Kecamatan Paciran, meninggal diduga akibat keracunan aroma ikan pirek.

Diduga Keracunan Bau Ikan Pirek, 2 Nelayan di Lamongan Meninggal, Begini Krologinya
Surya/M Sudarsono
Ansori, korban selamat keracunan ikan pirek, masih menggunakan alat bantu pernafasan di rumah sakit, Rabu (12/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, LAMONGAN- Dua nelayan asal Blimbing, Kecamatan Paciran, meninggal diduga akibat keracunan aroma ikan pirek.

Kedua nelayan itu diduga mengalami keracunan saat berada di TPI Brondong Lamongan, Jawa Timur.

Ketua Rukun Nelayan Blimbing Paciran, Wahid, menyebut ikan pirek itu adalah ikan tangkapan yang tak laku dijual mahal.

"Istilahnya, itu ikan buangan. Itu ikan busuk yang dijual murah untuk campuran bahan makanan ternak," kata Wahid, Rabu (12/12/2018).

Sejak nelayan melaut dan mendapatkan ikan pirek dibawa ke daratan, biasanya sampai 15 hari.

KPK Tangkap Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan 5 Orang Lain, Berikut 4 Fakta OTT KPK di Cianjur

Nikmatnya Mi Ayam Ceker Kedai Cikasungka Bandung, Disajikan dengan Bakso dan Ceker Ayam Tulang Lunak

Jika tidak ingin ikan pirek itu mengeluarkan amonia sangat tinggi, biasanya saat disimpan dalam boks diberi es batu dan garam.

Ada juga yang dibiarkan begitu saja dalam boks tanpa pengawet es batu maupun garam. Alasannya mengurangi biaya.

Insiden yang terjadi Selasa (11/12/2018) petang kemarin itu, ucap Wahid, karena para ABK perahu sengaja tidak menambah es batu dan garam. Makanya memicu amonia cukup tinggi.

"Boks itu kan selalu ditutup selama perjalanan pulang (15 hari, red). Jadi amonianya cukup tinggi dan menyengat," kata Wahid.

Untuk korban pertama yang masuk mungkin karena posisi di atas amonianya masih terbawa angin.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved