Dede Mahmud, Mesin Tik yang Dijualnya, Masih Laku dan Dicari di Jaman Digital

Dede mengungkapkan, dirinya masih menyimpan berbagai merek mesin tik dari tahun 1950 hingga tahun 2000.

Dede Mahmud, Mesin Tik yang Dijualnya, Masih Laku dan Dicari di Jaman Digital
Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari
Penjual mesin tik bernama Dede Mahmud (56) saat mengoperasikan mesin tik merek oliveth linea 98

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di era digital, barang seperti mesin tik telah menjadi barang kuno dan langka, tapi ditangan Dede Mahmud (56), mesin tik masih tetap eksis hingga saat ini.

Dede Mahmud menjadi penjual satu-satu mesin tik di daerah Jalan ABC, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung (sebarang Masjid Al Imtijaz)

Tempat berjualan Dede yang berukuran kurang lebih 3x3 meter itu bejejer mesin tik di etalase miliknya.


Dede mengatakan berjualan mesin tik disini sudah puluhan tahun.

"Jualan mesin tik ini, saya memulai usaha dari tahun 73,"ujar Dede Mahmud saat ditemui Tribun Jabar dilokasi, Rabu (12/12/2018).

Ia mengatakan meskipun mesin tik menjadi barang kuno, tapi mesin tik masih banyak dicari.

"Sekarang masih laku dan banyak peminat mesin tik, misalnya ospek mahasiswa ITB harus pake mesin tik, selain ITB ada mahasiswa UPI, dan ada juga dari dari kantoran,"ujarnya

Dede menceritakan, kejayaan penjualan mesin tik berada era tahun 1980, dimana ia bisa menjual per harinya delapan sampai 10 mesin tik.

Sebelum Jadi Korban Pembunuhan Cirebon, Ruhyatun dan ES Cekcok Sepanjang Jalan Karena Hal Ini

"Penjualan gak kaya dulu, kalau sekarang paling dalam satu minggu satu mesin tik yang laku terjual, tapi masih banyak yang nyari juga,"ujarnya

Dede mengungkapkan, dirinya masih menyimpan berbagai merek mesin tik dari tahun 1950 hingga tahun 2000.

"Punya mesin tik tahun 50-an itu dibeli sama kolektor seharga dua juta, ada juga tahun 60-an merek brother, selain itu ada merek royal, old, oliveth linea 98 ini yang paling baru,"ujarnya.

Ia pun menambahkan mesin tik yang ada dikiosnya tersebut ada 100 buah mesin tik dan dirumahnya masih banyak lagi ada dua gudang mesin tik yang disimpannya.

Dede berjualan dikiosnya tersebut setiap hari dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Sebelum Jadi Korban Pembunuhan Cirebon, Ruhyatun dan ES Cekcok Sepanjang Jalan Karena Hal Ini

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved