Sudah Diteliti Balar Jabar, Kantor KPU dan 16 Bangunan Kuno Ciamis Akan Jadi Bangunan Cagar Budaya

antor KPU Ciamis dan 16 bangunan kuno peninggalan masa kolonial yang ada di Ciamis diusulkan jadi Bangunan Cagar Budaya ( BCB).

Sudah Diteliti Balar Jabar, Kantor KPU dan 16 Bangunan Kuno Ciamis Akan Jadi Bangunan Cagar Budaya
Tribun Jabar/Andri M Dani
Suasana di depan Pendopo/Kantor KPU Ciamis di Jl Sudirman Ciamis ini termasuk dari 17 bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda di Ciamis yang sudah diteliti dan diusulkan jadi Bangunan Cagar Budaya (BCB), Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Kantor KPU Ciamis dan 16 bangunan kuno peninggalan masa kolonial yang ada di Ciamis diusulkan jadi Bangunan Cagar Budaya ( BCB).

Ke-17 bangunan kuno tersebut sudah diteliti oleh Balai Arkeologi (Balar) Jawa Barat sejak tahun 2016 sampai tahun 2018.

“Kini tinggal menunggu keputusan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang (BPCB yang mencakup wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Provinsi Lampung, Red),” ujar Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis, Drs H Dede Hermawan MM yang didampingi Kasi Cagar Budaya dan Kemuseuman, Tetet Widianti kepada Tribunjabar.id Selasa (11/12/2018).

Ke-17 bangunan kuno dikatakan Tetet di antaranya merupakan bangunan bekas Kewedanaan Ciamis yang kini menjadi kantor Sekretariat KPU Ciamis di Jl Sudirman Ciamis, Stasiun KA Ciamis, Jembatan KA Cirahong, Stasiun KA Bojong, LP Kelas II B Ciamis, dan Kantor Kelurahan Ciamis.

Selain ada bangunan eks pabrik minyak Guan Hien yang sekarang tempat pencucian mobil, pabrik bedak Saripohaci Jl Ir Juanda, Toko Kue Ramona Jl Ir H Juanda, rumah kuno Jl Siliwangi Maleber samping RS Al Amin, dan deretan toko di Jl RE Martadinata (sebelum belokan Ereng/eks kios Taufik Marie).

Kemudian ada bangunan rumah kuno di Wanasigra Sindangkasih, rumah kuno Panawangan yang pernah digunakan untuk KTT 3 negara saat pergolakan DI/TII, Balai Desa Panawangan, rumah kuno Panjalu, dan  masjid Timbang Windu.

"Ke-17 bangunan kuno tersebut tak hanya bagunan tua secara fisik semata, tetapi mempunyai nilai sejarah," kata Tetet.

Jadwal Bola Live 12-14 Desember 2018, Liverpool vs Napoli Disiarkan di Stasiun Televisi Nasional

Akun Instagram Faye Nicole Jones Mendadak Hilang, Warganet Bertanya-tanya

Selain ke-17 bangunan tersebut, diakui Tetet, sebenarnya masih ada bangunan bersejarah lain di Ciamis ini, namun sudah tidak bisa lagi diajukan menjadi BCB karena bangunan aslinya sudah diruntuhkan, dan bangunannya yang dilihat sekarang adalah hasil renovasi total.

Di antara bangunan kuno yang sudah kehilangan bentuk aslinya itu adalah Pendopo Gedung Negara Ciamis (eks Loji), Masjid Agung Ciamis, Gedung DPRD Ciamis (kantor otonom), Kantor Pos dan Giro, Kantor Mapolsek Ciamis (eks Kantor Kawat).

“Malah Kantor Pos dan Giro ini renovasinya baru selesai,” jelas Tetet.   

Ke-17  bangunan kuno yang sudah diteliti oleh Balar Jabar tersebut menurut Tetet diharapkan dijaga bentuk aslinya layaknya BCB.

Untuk itu, Disbudpora Ciamis akan segera menyampaikan surat edaran tentang tata cara pengelolaan BCB ke masing-masing pengelola 17 bangunan kuno tersebut.

Bila sudah ditetapkan jadi BCB, pengelolaan bagunan kuno tersebut akan langsung dibawah pengawasan BPCB Serang dan Balar Jabar.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved