Masih Banyak Peninggalan Sejarah Budaya di Ciamis yang Belum Jadi BCB, Disbudpora Terus Mendata

Disbudpora Ciamis mencatat di daerahnya terdapat 160 situs peninggalan sejarah, namun sampai saat ini baru 9 situs yang jadi BCB

Masih Banyak Peninggalan Sejarah Budaya di Ciamis yang Belum Jadi BCB, Disbudpora Terus Mendata
Tribun Jabar/Andri M Dani
Suasana di depan Pendopo/Kantor KPU Ciamis di Jl Sudirman Ciamis ini termasuk dari 17 bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda di Ciamis yang sudah diteliti dan diusulkan jadi Bangunan Cagar Budaya (BCB), Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis mencatat di daerahnya terdapat 160 situs peninggalan sejarah, namun sampai saat ini baru 9 situs yang sudah ditetapkan sebagai Benda atau Bangunan Cagar Budaya ( BCB).

Situs yang sudah ditetapkan itu antara lain Situs Karangkamulyaan, Situs Astana Gede Kawali, Situs Nusa Gede Situ Lengkong Panjalu, Situs Jambansari, Situs Gunung Susuru, dan Situs Galuh Salawe.

"Semua situs itu hasil pencatatan yang dilakukan timnya hingga sekarang ini," kata Tetet Widianti, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Kemuseuman pada Disbudpora Ciamis kepada Tribunjabar.id Selasa (11/12/2018).

Selain itu Tetet juga mengatakan bahwa di Ciamis juga terdapat 11 museum, dua di antaranya dikelola oleh pemerintah yakni Museum Fosil Urug Kasang Tambaksari dan Museum Situs Karangkamulyan.

Sudah Diteliti Balar Jabar, Kantor KPU dan 16 Bangunan Kuno Ciamis Akan Jadi Bangunan Cagar Budaya

Sudah Diajukan Jadi BCB, Renovasi Kantor KPU Ciamis Dikhawatirkan Ubah Bentuk Aslinya

Ketua KPU Ciamis Tidak Tahu Kantornya Diajukan Jadi Bangunan Cagar Budaya dan Pernah Diteliti

Sementara untuk peninggalan sejarah non-benda, kata Tetet di Ciamis tercatat ada 32 ritual adat budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun baik itu berkaitan dengan menyambut bulan puasa, menyambut bulan maulud, maupun berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam maupun syukuran hasil panen. Contohnya, Nyangku, Nyuguh, Jamasan, Ngaruat Bumi dan sebagainya.

“Kini kami masih terus mendata bangunan-bangunan kuno yang ada di Ciamis, termasuk situs dan ritual budaya yang masih rutin dilakukan atau yang sudah terlupakan,” ujar Tetet.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved