Pilpres 2019

Pengamat Unpad: Politik Uang Masih akan Marak Jelang Pelaksanaan Pemilu 2019

Ari Ganjar Herdiansyah, menyebutkan, praktik politik uang masih marak menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden 2019.

Pengamat Unpad: Politik Uang Masih akan Marak Jelang Pelaksanaan Pemilu 2019
KOMPAS / LASTI KURNIA ILUSTRASI
Illustrasi politik uang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Pusat Studi Politik dan Demokrasi Universitas Padjajaran (Unpad), Ari Ganjar Herdiansyah, menyebutkan, praktik politik uang masih marak menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden 2019.

Dalam Undang - undang (UU) pasal 187 A ayat 1 tentang pilkada, dijelaskan, setiap orang sengaja memberi uang atau materi untuk mempengaruhi pemilih, orang tersebut akan dijerat penjara paling lama 72 bulan dan denda hingga Rp 1 milyar.

Kemudian, dalam Pasal 187 A ayat 2, pidana serupa pun akan diterapkan pula kepada pemilih yang sama - sama melakukan perbuatan hukum menerima atau berjanji, sebagaimana dijelaskan Pasal 187 A ayat 2.

Ari Ganjar Herdiansyah mengatakan, berdasarkan hasil dari berbagai studi yang dilakukan, politik uang cukup berpengaruh di sejumlah kawasan permukiman penduduk dan masih dilakukan oleh para calon atau pun tim sukses pemenangan.

"Biasanya terjadi di kawasan permukiman penduduk miskin, karena masih mudah menerima," kata Ari Ganjar Herdiansyah melalui pesan singkat, Senin (10/12/2018).

Bawaslu Jabar: ASN Jangan Ambil Kebijakan yang Bernuansa Politik

Ari menambahkan, praktik politik uang ini, bagi sebagian calon pun masih dianggap sebagai salah satu cara untuk mendulang suara pada pemilu tanpa harus mengobral visi serta misi.

"Ketika ada kawasan yang bisa dibom duit, ini artinya ada kepastian suara disitu, sehingga mereka maksimalkan oleh para calon," kata Ari Ganjar Herdiansyah.

Akan tetapi, kata Ari, hal tersebut akan berkurang, bila seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk menjatuhkan pilihan berdasarkan akal sehat, yakni dari sisi kemampuan atau visi misi.

"Bila seperti itu, minimal berkurang karena masyarakat semakin sadar kalau politik uang adalah kesalahan," kata Ari Ganjar Herdiansyah.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved