Puluhan Kolam Jaring Apung di Cirata Rusak Diterjang Arus Deras, Kerugian Petani Capai Ratusan Juta

Puluhan kolam jaring apung milik petani Cirata hancur akibat debit air yang deras dari Sungai Cibaligung.

Puluhan Kolam Jaring Apung di Cirata Rusak Diterjang Arus Deras, Kerugian Petani Capai Ratusan Juta
istimewa
Kolam jaring apung di Cirata yang rusak diterjang arus deras. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sekitar 80 kolam jaring apung milik petani Cirata hancur akibat debit air yang deras dari Sungai Cibalagung, Kecamatan Mande, saat hujan deras. Kerugian ditaksir mencapai Rp 160 juta.

Sebanyak 500 petani akhirnya bergotong-royong mengangkat puluhan kolam yang rusak dan tenggelam, Minggu (9/12/2018).

Wakil Ketua KPKJA Cirata, Wawan Gunawan, mengatakan, para petani yang terkena musibah sekitar 30 orang.

"Setelah terjadi musibah kami melakukan bersih-bersih. Kami sangat peduli dengan kebersihan. Ini tempat usaha kami tak seharusnya kotor, dan kegiatan ini juga sebagai kepedulian kepada teman sesama petani yang terkena musibah," kata Wawan.

Wawan mengatakan, bencana air deras merupakan yang pertama kali terjadi. Para petani kaget karena sebelumnya air deras tak sampai merusak dan menenggelamkan kolam.

"Bencana ini yang pertama kali terjadi sebelumnya tak sampai merusak," katanya.

Wawan mengatakan, setelah kolam hancur dan tenggelam, ikan milik petani pun kabur. "Kalau dihitung satu unit Rp 20 juta, kerugian para petani semuanya bisa mencapai ratusan juta," kata Wawan.

Menurutnya selain karena bencana, aksi bersih bersih juga dilakukan sebagai wujud kepedulian petani Cirata.

"Ini juga sebagai bentuk antusias kami, bentuk kepedulian tentang masalah kebersihannya di genangan Cirata," kata Wawan.

Ketua KPKJA Cirata, Edi Supiandi, mengatakan, banjir arus deras diduga karena terjadi pendangkalan di Sungai Cibalagung. Ia mengatakan, ada pendangkalan yang sangat cepat setelah hutan karet dibabat dan terjadi alih fungsi lahan di wilayah Sungai Cibalagung.

"Saya menduga terjadi sedimentasi, ada alih fungsi lahan yang berada di hulu masuk ke wilayah Karangtengah dan Mande," ujar Edi.

Menurutnya, karena sungai dangkal air deras masuk ke wilayah genangan bersama dengan sampah, kayu besar, styrofoam, bambu, dan sampah plastik.

Ia berharap, pemerintah membantu kepedulian petani dengan menyediakan pengangkut sampah, tempat pembuangan sampah, dan bak penampung sampah sementara.

"Hari ini ada sebanyak 500 orang yang turun ikut bersih bersih, intinya keinginan kami membantu warga, ada pun tempat untuk kebersihan kami berharap bantuan kesinambungan dan berkepanjangan dari pemerintah," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved