Klub yang Dilatihnya Sedang Telat Gajian, Rahmad Darmawan Ditawari Rp 1,5 Miliar Asal Timnya Kalah

Rahmad Darmawan mengatakan sempat ditawari uang Rp 1,5 miliar asal timnya kalah.

Klub yang Dilatihnya Sedang Telat Gajian, Rahmad Darmawan Ditawari Rp 1,5 Miliar Asal Timnya Kalah
ferdyan adhy nugraha/tribun jabar
Hamka Hamzah dan Rahmad Darmawan dalam sesi jumpa pers di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (26/1/2018). 

TRIBUNJABAR.ID - Rahmad Darmawan mengatakan ia sempat ditawari untuk melakukan match fixing ketika menangani Sriwijaya FC pada tahun 2009.

Rahmad Darmawan menceritakan kejadian itu terjadi saat Sriwijaya FC akan melakoni pertandingan melawan klub asal China, Shandong Luneng, pada laga penyisihan Grup F Liga Champions Asia di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 20 Mei 2009.

Rahmad Darmawan menerima telepon dari sosok yang tidak dikenal olehnya sebelum pertandingan.

Dalam percakapan itu Rahmad Darmawan diiming-imingi uang sebesar Rp 1,5 miliar agar mengalah dari Shandong Luneng.

“Pernah satu kali saat saya masih di Sriwijaya FC dan melawan Shandong Luneng di Palembang,” kata pelatih yang kini menangani Mitra Kukar ini.

“Waktu itu kami memang sedang telat gajian setengah bulan dan mereka menawarkan membayar uang senilai tunggakan gaji itu sekitar Rp 1,5 miliar,” kata Rahmad Darmawan.

Rahmad Darmawan
Rahmad Darmawan (Kolase Tribun Jabar)

Mantan pelatih timnas Indonesia itu mengaku orang yang menawari pengaturan skor tersebut berasal dari Indonesia.

Orang tersebut, kata Rahmad Darmawan, memiliki kedekatan dengan manajemen Shandong Luneng.

Rahmad Darmawan menambahkan ia diminta agar Sriwijaya FC kalah oleh Shandong Luneng.

Pria asal Lampung itu tidak mau menerima tawaran tersebut dan Sriwijaya FC meraih kemenangan dari Shandong Lunengdengan skor 4-2.

“Orang yang menelepon saya minta ketemu, tetapi saya tidak mau. Lalu, ia menelepon lagi dan meminta kami kalah,” ucap Rahmad Darmawan.

Heboh Isu Pengaturan Skor di Liga I 2018, Begini Kata Fernando Soler

Mafia Pengaturan Skor Masih Gentayangan di Indonesia, Kata Pelatih PSM Makassar Rene Alberts

“Waktu itu memang pertandingan tersebut tidak berpengaruh kepada kami, tapi alhamdulillah kami menang 4-2 dan membuat Shandong Luneng gagal lolos fase grup dan digeser oleh tim asal Korea Selatan, Seoul FC,” kata Rahmad Darmawan.

Rahmad Darmawan mengatakan ia langsung berkomunikasi dengan manajemen Sriwijaya FC terkait permintaan pengaturan skor tersebut.

Mantan pelatih Arema Indonesia itu juga menjelaskan kepada pemainnya bahwa jangan sampai kalah melawan Shandong Luneng.

“Shandong Luneng sempat unggul dulu, saya kaget dan takut ada anggapan macam-macam. Tapi alhamdulilah kami bisa menang,” kata Rahmad Darmawan.

Editor: taufik ismail
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved