Perajin dari Galeri Balantrak di Sumedang Ini Awalnya Menjual Kerajinan Kayu Secara Berkeliling

Galeri Balantrak, tempat kerajinan kayu di Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, berdiri sejak 1982

Perajin dari Galeri Balantrak di Sumedang Ini Awalnya Menjual Kerajinan Kayu Secara Berkeliling
tribunjabar/hakim baihaqi
Galeri Balantrak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Galeri Balantrak, tempat kerajinan kayu di Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, berdiri sejak 1982 dan merupakan salah satu yang masih bertahan di desa tersebut.

Di awal berdirinya, didirikan oleh mendiang Herman dan dibantu oleh kedua saudaranya, yakni Mumuh Masduki (54) serta Enang (60), para pembuat kerajinan ini memasarkan dengan cara berkeliling atau dalam bahasa Sunda disebut balantrak.

Mengitari jalan kota besar di Jawa Barat maupun Jakarta, ketiganya pada saat itu memikul berat beban kerajinan kayu berupa patung untuk dipasarkan kepada para pembeli.

"Dahulu seperti tukang dagang keliling, door to door langsung kepada pembeli, alhamdulillah waktu ada saja yang membeli," kata Enang, seorang pengrajin di galeri Balantrak, Jumat (7/12/2018).

Selama beberapa tahun menjual dengan pola balantrak, karena alasan efisiensi waktu, Herman memutuskan untuk mendirikan sebuah galeri di Jalan Raya Bandung - Cirebon, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, kemudian diberi nama Balantrak.

Mario Gomez Tetap Ingin Persib Bandung Menang di Laga Terakhir, Agar Tetap Peringkat Tiga

Di galeri kecil berukuran 5 meter x 8 meter yang dibangun itu, dipajangkan ratusan kerajinan tangan dari bahan dasar kayu, mulai dari patung hewan, patung orang, ukiran, dan alat musik tradisional.

Tepat di belakang galeri, terdapat sebuah ruangan kecil untuk mengolah gelondongan kayu mahoni dan sono keling, menjadi karya seni yang elok untuk dipandang.

"Sekarang di sini saja, pembeli langsung datang sendiri tanpa harus keliling," katanya.

Deretan Artis Terkenal Ketahuan Endors Kosmetik Oplosan Ilegal, Dibayar Rp 7-15 Juta Per Pekan

Ditangan terampil para pengrajin ini, beberapa produk kerajinan tangan kayu tersebut, keunikannya pun dinikmati oleh para kolektor patung dari sejumlah negara, yakni Belanda, Chili, Amerika Serikat, dan Prancis.

Enang mengatakan, para kolektor patung dari mancanegara tersebut, sengaja datang langsung ke galeri Balantrak dan sebagian besar memboyong patung berbentuk hewan serta orang.

"Mereka tertarik karena bentuk patung - patung di sini yang katanya terbilang cukup unik," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved