Heboh Bilik Asmara yang Disewakan di Lapas Sukaminkin, Kalapas Sukamiskin Menjawab Seperti Ini

untuk berhubungan suami istri di Lapas Sukamiskin, dalam sidang dakwaan untuk mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

Heboh Bilik Asmara yang Disewakan di Lapas Sukaminkin, Kalapas Sukamiskin Menjawab Seperti Ini
Tribun Jabar/ Ery Chandra
Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto di Lapas Sukamiskin 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - ‎Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan terpidana Fahmi Darmawansyah membangun kamar ukuran 2 meter x 3 meter untuk berhubungan suami istri di Lapas Sukamiskin, dalam sidang dakwaan untuk mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

Ruangan yang belakangan disebut sebagai bilik asmara itu itu kemudian disewakan kepada narapidana lainya di lapas Sukamiskin senilai Rp 650 ribu per malam.

Namun Kalapas Sukamiskin‎ saat ini, Tejo Herwanto mengaku sejak masuk menggantikan Wahid Husen pascaoperasi tangkap tangan KPK, ia belum menemukan ruang dimaksud.

"Jadi sejak saya datang, yang dimaksud bilik asmara itu dimana saya tidak tahu. Jadi yang dianggap dulu saung itu, kan sudah dibongkar. Saung yang di belakang juga sudah dibongkar, akses tempat mereka keluar masuk atau saung sudah digunakan ruang kunjungan‎. Jadi apa yang disampaikan jaksa, sekarang sudah tidak ada lagi," ujar Tejo di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution Bandung, Jumat (7/12/2018).

Wahid Husen dalam dakwaan jaksa menerima gratifikasi dari tiga terpidana yakni, Fahmi Darmawansyah, Tb Chaeri Wardana dan Fuad Amin Imron. Sejak jauh hari, Tejo Harwanto mengaku sudah mengontrol ruangan ketiga terpidana tersebut.

Breaking News, Nenek Iyar yang Tengah Berkebun di Sukabumi Tewas Tertimbun Longsor

"Sudah, ruangannya biasa saja, tidak mewah dan sebagainya. Mereka di dalam koperatif, setiap ada program pembinaan mereka jalani, tidak ada konflik dengan petugas," ujarnya.

Artinya, kata Tejo, tidak ada satupun keistimewaan di Lapas Sukamiskin sejak ia menjabat.

Single Baru Virgoun Terinspirasi dari Sebuah Novel, Ternyata Pelahap Novel Karya Mira W

"Tidak ada, semua sama," ujar Tejo.

Saat ditanya bagaimana kondisi sebelumnya, ‎ia mengelak.

"Kalau dulu saya enggak tahu. Yang pasti saat saya masuk semua yang dibicarakan sudah dibongkar," ujar Tejo.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved