Korban Penipuan KTP Palsu Apresiasi Polda Jabar, Kasusnya yang Sempat Dihentikan Bergulir Lagi

Korban penipuan modus KTP palsu, Dedi Nugraha, warga Kota Bandung, mengapresiasi kinerja penyidik Ditreskrimu Polda Jabar

Korban Penipuan KTP Palsu Apresiasi Polda Jabar, Kasusnya yang Sempat Dihentikan Bergulir Lagi
Tribun Jabar/Dokumentasi
Ilustrasi Mapolda Jabar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- ‎Korban penipuan modus KTP palsu, Dedi Nugraha, warga Kota Bandung, mengapresiasi kinerja penyidik Ditreskrimu Polda Jabar yang sudah menindaklanjuti kasus itu.

Kuasa hukum Dedi, Wenda S Aluwi menjelaskan kasus ini bermula saat Dedi Nugraha hendak menjual sebidang tanah untuk pabrik di Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung.

Tanah itu hendak dijual kepada seorang rekannya berinisial Lgh, pengusaha ekspor impor pada tahun lalu. Mekanisme pembayaran dengan 11 cek.

"Dari jumlah itu hanya satu cek yang bisa dicairkan. Pembayaran jadi bermasalah sehingga klien kami membatalkan jual beli tersebut. Klien kami mengembalikan lagi uang yang diterima," ujar Wenda di Jalan LLRE Martadinata, Bandung, Rabu (5/12/2018).

‎Ternyata, meski penjualan itu batal, masalah bermunculan. Tempat usaha Dedi Nugraha malah digerebeg petugas Bea Cukai Semarang karena dugaan membawa barang impor ilegal.

Nasib Kontras Mario Gomez, Akan Dilepas Persib Bandung Meski Jadi Calon Pelatih Terbaik Liga 1 2018

PSCS Cilacap vs Persib Bandung, Syukur Dapat Satu Gol [VIDEO TEASER]

"Belakangan kami tahu bahwa lokasi yang akan dijual klien kami itu secara sepihak telah diajukan permohonan perizinan atas perusahaan fiktif menggunakan dokumen pribadi berupa KTP yang telah dipalsukan. Diduga pemalsuan dilakukan oleh LGH," ujar Wenda S Aluwi.

Dedi Nugraha kemudian melaporkan kasus itu ke Ditreskrimum Polda Jabar. ‎Pennyidik kemudian menetapkan pria berinisial ZM dan LGH sebagai tersangka dengan status daftar pencarian orang (DPO) setelah memeriksa 26 saksi.

Setelah serangkaian penyelidikan, Polda Jabar malah menghentikan kasus itu karena tidak cukup bukti.

Padahal, kata dia, melalui surat B/255/III/2018/Ditreskrimum Polda Jabar tanggal 20 Maret 2018, perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 26 saksi.


Selain itu, polisi menetapkan tersangka terhadap ZM yang menyerahkan KTP kepada pihak notaris guna menerangkan identitas direktur dan Komisaris PT SMG untuk membuat akta pendirian PT SMG.

"Kemudian melalui surat B/259/III/2018, setelah melakukan pemeriksaan saksi, status LGh dinaikkan sebagai tersangka karena patut diduga menyuruh melakukan perbuatan yang patut diduga adalah tindak pidana pemalsuan dokumen," ujar Wenda.

Tak puas dengan penghentian penyidikan, Wenda dan kliennya mengadukan kembali kasus itu. ‎Upayanya berhasil, Polda Jabar kembali melanjutkan kasus itu.

‎"Saat ini tersangka sudah di Kejaksaan untuk menunggu proses sidang. Atas perhatian dari pengaduan klien kami, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Polda Jabar, Ditreskrimum Polda Jabar dan penyidik atas profesionalisme dan pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan," kata Wenda.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved