Kartu Tani Program Pemerintah untuk Beli Pupuk Belum Bisa Dipakai Petani di Cimahi, Ini Penyebabnya

Selama satu tahun, setelah dibagikan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna pada Desember 2017, Kartu Tani belum bisa dipakai oleh petani

Kartu Tani Program Pemerintah untuk Beli Pupuk Belum Bisa Dipakai Petani di Cimahi, Ini Penyebabnya
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna Menyerahkan Kartu Tani secara simbolis kepada petani, pada 28 Desember 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Selama satu tahun setelah dibagikan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna pada Desember 2017, Kartu Tani belum pernah dimanfaatkan oleh para petani di Kota Cimahi.

Total petani yang menerima kartu tersebut ada sekitar 647 petani dari tiga kecamatan dengan 15 kelurahan di Kota Cimahi.

Program Kartu Tani yang digagas Kementerian Pertanian RI tersebut merupakan alat transaksi berupa kartu debit sebagaimana kartu ATM yang dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Rizal mengatakan, sejak didistribusikan akhir tahun lalu, para petani di wilayahnya sama sekali belum memanfaatkan kartu itu karena hingga saat ini kuotanya memang belum terisi.

"Sejak dibagikan Tidak ada realisasinya sampai dan rekeningnya juga tidak ada isinya. Jadi pembagian itu kaya seremonial," ujar Rizal saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (6/12/2018).

Saat Berteduh di Saung, Seorang Petani di Purwakarta Tewas Tersambar Petir, Sempat Terpental

Petani di Cimahi Kecewa Kartu Tani untuk Dapatkan Pupuk Bersubsidi Tak Bisa Digunakan

Bahkan kata dia, sejak kartu itu dibagikan, tidak ada lagi informasi yang disampaikan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Atas hal itu kata dia, menjadi pertanyaan di kalangan para petani di wilayahnya untuk mencari informasi ke pemerintah daerah terkait realisasi kartu tersebut.

"Jadi para petani di wilayah saya sekarang ini kebanyakan lebih memanfaatkan pupuk organik dibandingkan pupuk seperti urea dan NPK," katanya.

Menurutnya, selain lebih murah, pupuk organik juga lebih meningkatkan produktifitas tanaman serta bisa menyuburkan tanahnya.

"Selain itu, jika menggunakan pupuk organik, hasil produksinya pun akan lebih menguntungkan dibandingkan pupuk biasa," ucapnya.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi Mita Mustikasari mengakui Kartu Tani, hingga saat ini kartu tani memang belum bisa dimanfaatkan petani.

"Karena kuota pupuknya belum diisi oleh Kementan RI dan belum diisi kuotanya. Untuk mengisi kuotanya itu yang berwenang mengisi kan Kementerian Pertanian," katanya.


Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved