Bawaslu Kabupaten Bandung Berharap Sopir Angkot Tidak Terbujuk Pasang Stiker Kampanye Caleg

Sedikitnya ada 35 stiker yang ditertibkan Bawaslu yang menempel pada kendaraan umum tersebut.

Bawaslu Kabupaten Bandung Berharap Sopir Angkot Tidak Terbujuk Pasang Stiker Kampanye Caleg
istimewa
Pencopotan stiker kampanye caleg di angkot 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung melakukan penertiban bahan kampanye berupa stiker yang menempel pada kendaraan angkutan umum (angkot) yang melintas di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (4/12/2018). Sedikitnya ada 35 stiker yang ditertibkan Bawaslu yang menempel pada kendaraan umum tersebut.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia mengingatkan para sopir angkutan umum di Kabupaten Bandung untuk tidak menerima bujuk rayu tim sukses guna pemasangan bahan kampanye capres/cawapres maupun caleg untuk dipasang di kendaraannya.

Menurutnya Bawaslu RI telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) 1990 yang menyebutkan agar peserta pemilu, pelaksana kampanye, dan tim kampanye dilarang memasang stiker atau branding yang memuat citra diri, identitas ciri-ciri khusus atau karakteristik peserta pemilu pada kendaraan transportasi umum dan kendaraan milik pemerintah.

"Kami telah menertibkan bahan kampanye berupa stiker yang ditempel di angkutan umum yang melintasi Dayeuhkolot. Total bahan kampanye yang ditertibkan sebanyak 35 lembar," katanya kepada wartawan di Soreang, Kamis (6/12/2018).

XTC, Brigez, Moonraker dan GBR, Deklarasi Komitmen Jaga Ketertiban di Mapolrestabes Bandung

Dikatakan Hedi, stiker-stiker tersebut terdiri dari dua stiker berukuran besar yang dipasang di kaca angkutan bagian belakang. Dan sisanya berupa stiker berukuran kecil yang ditempel di pintu-pintu angkutan umum.

"Pada saat penertiban, kami (Bawaslu) melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung dan Polisi Lalu Lintas Polres Bandung," katanya.

Upaya penertiban-penertiban ini akan terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Bandung dengan melihat perkembangan di lapangan. Penertiban akan terus dilakukan terhadap Alat Peraga Kampanye dan Bahan Kampanye yang melanggar ketentuan.

Hedi menambahkan, selain penertiban bahan kampanye berupa stiker, Bawaslu juga telah melakukan penertiban untuk Alat Peraga Kampanye lain baik berupa spanduk atau Baligo di seluruh kecamatan yang jumlahnya mencapai 4.906 lembar.

Dalam penertiban APK pihaknya telah menginstruksikan setiap pengawas tingkat kecamatan (Panwascam) agar tidak mencabut APK yang dipasang di rumah pribadi selama ada izin dari pemilik rumah.

"Sedangkan bagi pemilik APK yang dicabut kami memperkenankan untuk mengambilnya kembali dengan catatan tidak dipasang di luar zona pemasangan APK," katanya.


Dalam melakukan pengawasan dan penindakan APK, pengawas pemilu menilai pelanggaran berdasarkan lokasi, estetika lingkungan, izin pemasangan, dan materi yang dilarang dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, peserta pemilu, pelaksana kampanye, dan tim kampanye juga dilarang memasang APK yang dikenakan retribusi kecuali yang difasilitas oleh KPU.

"Masalahnya, di lapangan kami banyak menemukan APK yang dipasang di papan reklame. Tentu saja, itu harus kami tertibkan demi memenuhi unsur keadilan bagi seluruh peserta pemilu," tuturnya.

Dalam melakukan penertiban APK, pengawas pemilu harus melakukan kajian terhadap APK yang dianggap melanggar, kemudian mendorong Panwascam agar melayangkan surat rekomendasi kepada PPK agar memberikan peringatan kepada peserta pemilu maksimal 1x24 jam.

"Apabila surat peringatan itu tidak digubris oleh peserta pemilu, tim sukses dan pelaksana kampanye, maka kami melakukan penertiban maksimal tiga hari kerja setelah peringatan penertiban," pungkasnya. 

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved