Pengurus MUI Kota Tasik 2018-2023 Dikukuhkan, Wali Kota Berharap Programnya Selaras dengan Pemkot

Pengurus MUI Kota Tasikmalaya priode 2018-2023 dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Jabar Rahmat Syafe'i di Gedung Serbaguna Bale Kota, Rabu (5/12/2018)

Pengurus MUI Kota Tasik 2018-2023 Dikukuhkan, Wali Kota Berharap Programnya Selaras dengan Pemkot
Tribun Jabar/Isep Heri
Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya priode 2018-2023 dikukuhkan di Gedung Serbaguna Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (5/12/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pengurus Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kota Tasikmalaya priode 2018-2023 dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Rahmat Syafe'i di Gedung Serbaguna Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (5/12/2018) siang.

Kepengurusan MUI Kota Tasikmalaya untuk priode ke depan akan dinahkodai Ate Musodiq selaku ketua di bantu Sekretaris Aminudin Busthomi dan Bendahara Heri Hendriyana.

Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Rahmat Syafe'i berharap pengurus bisa menjalankan visi bersama.

"Visi bersama ialah untuk memerangi dan mencegah berbagai hal bertentangan dengan Agama, termasuk menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia mulai dari tindakan radikalisme, intelorisme, politik praktis dan lainnya," kata Rahmat.

Ia juga meminta pengurus di Kota Tasikmalaya, berperan aktif mencegah perpecahan di antara umat.

"MUI sudah sejak dulu menjadi wadah persatuan umat Islam. Semua golongan di MUI tidak ada yang beda," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, mengatakan, setelah dilantik diharapkan para pengurus membuat program yang selaras dengan program pemerintah untuk membangun Kota Tasikmalaya yang lebih baik dan religius.

Hasil Babak Pertama PSCS Vs Persib Bandung - Skor Masih 0-0, Febri Hariyadi Cs Belum Mampu Cetak Gol

Kisah Iman Safaat, Tangan Tergilas Mesin di Arab Saudi, 6 Bulan Terlunta-lunta di Negeri Orang

MUI diharapkan Budi, aktif dalam penenggakan Perda Tata Nilai Nomor 7 Tahun 2014, yang saat ini sudah menjadi program utama Pemerintah Daerah didalam membangun akhlak masyarakat Kota Tasikmalaya.

"Semaraknya penyakit sosial di Kota Tasikmalaya, seperti LGBT, Miras, Narkoba dan lainnya itu semua tak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah saja. Tetapi sudah menjadi bagian MUI dan juga semua kalangan masyarakat," kata Budi.

Peran MUI juga disebut Budi, harus hadir menjadi oase di tengah gejolak pandangan politik umat saat menjelang Pemilu 2019 mendatang.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Tasikmalaya yang baru, Ate Musodiq mengatakan, untuk membangun diperlukan dukungan dari seluruh elemen dan golongan keumatan yang ada di Kota Tasikmalaya.

"Untuk membangun keselarasan umat, diharapkan semua golongan dan organisasi umat Islam dapat bersatu dan tidak alergi satu dan lainnya. Pastinya tujuan program MUI di antarnaya untuk mempersatukan umat," kata dia.


Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved