Pelaku Buang Bayi Ditangkap Polisi, Melahirkan di Sungai Lalu Hanyutkan Bayinya

Pelaku buang bayi di Sungai Cikunten, Singaparna, ditangkap polisi. Pelaku melahirkan di sungai lalu hanyutkan bayinya.

Pelaku Buang Bayi Ditangkap Polisi, Melahirkan di Sungai Lalu Hanyutkan Bayinya
Tribun Jabar/Isep Heri
Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra menunjukkan barang bukti terkait kasus bayi yang dibuang ibu kandangnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pelaku pembuang bayi di Sungai Cikunten yang sempat menggegerkan warga Singaparna berhasil diamankan Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Pelaku pembuang bayi laki-laki yang baru dilahirkan pada Kamis (29/11/2018) adalah ibunya sendiri.

Tersangka berisinial LS (28) warga Tari Kolot, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

"Berdasarkan kejadian pada Kamis lalu, pukul 11.30 WIB ditemukan oleh saksi. Alhamdulillah dua hari berselang kami melakukan penyelidikan kemudian pelakunya berhasil terungkap," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra saat konferensi pers di Mapolres, Rabu (5/12/2018).

AKBP Doni Eka Putra mengatakan motif pelaku yang tega membuang bayi yang baru dilahirkan karena pelaku merasa malu hamil dan melahirkan padahal sudah lama pisah ranjang dengan suaminya.

"Takut diketahui dan malu terhadap warga karena tersangka sudah lama ditinggal suaminya, itu yang memicu tersangka melakukan tindakan tersebut," ucap AKBP Doni Eka Putra.

Pasukan Raider Kostrad Pemburu Pembantai 31 Pekerja di Papua, Jago Menyusup dan Berkelana di Hutan

Regina Irawan Sakit Sepulang Liburan ke Eropa, Charly van Houten Setia Temani di Rumah Sakit

AKBP Doni Eka Putra menambahkan, pelaku menjalani proses melahirkan sendiri di sungai pada waktu Subuh.

"Saat tersangka merasakan kontraksi akan melahirkan langsung menuju sungai dan melahirkan di sana kemudian bayinya dihanyutkan. Memang niatnya bayinya dihanyutkan untuk menghilangkan jejak," katanya.

Sementara itu, mengenai ayah bayi nahas yang dihanyutkan ibunya masih dalam pengembangan.

"Apakah anak biologis suaminya atau orang lain masih dalam pengembangan," ujar AKBP Doni Eka Putra.

Biografi Singkat Mendiang NH Dini, Sastrawan yang Dulunya Sempat Bercita-cita jadi Masinis Kereta

PSCS Ditangani Pelatih yang Nyaris Bawa Persib Juara, Mundur Setelah Tegang dengan Bobotoh

Akibat perbuatannya, pelaku diancam undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Tersangka yang ditunjukan pada awak media, enggan berkomentar mengenai perbuatan yang telah ia lakukan.

Pembuangan bayi tersebut terjadi pada Kamis (29/11/2018) di aliran sungai di Kampung Cintaraja Kecamatan Singaparna.

Saat ditemukan, bayi masih terikat tali ari-ari. Penemuan bayi malang itu sempat membuat geger warga setempat.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved