Melestarikan Sungai Citarum, PJT II Kembalikan Fungsi Sungai Mati

Lestarikan Sungai Citarum, Perum Jasa Tirta II dan Satgas Citarum Harum membersihkan sungai mati atau oxbow agar bermanfaat bagi warga.

Melestarikan Sungai Citarum, PJT II Kembalikan Fungsi Sungai Mati
istimewa
Sungai mati atau oxbow Bojongsoang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sungai mati atau oxbow jadi bagian tidak terpisahkan dari Sungai Citarum yang membentang dari Gunung Wayang di Kabupaten Bandung hingga bermuara di Laut Jawa‎.

Hanya saja, fakta yang terjadi saat ini, oxbow kerap jadi tempat pembuangan sampah warga.

Misalnya oxbow di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sebelum dibersihkan oleh Perum Jasa Tirta II dan Satgas Citarum Harum dari Kodam III Siliwangi, oxbow tersebut dipenuhi sampah. Keterlibatan Perum Jasa Tirta (PJT) II dan Satgas Citarum Harum mampu membuat bersih sungai mati tersebut.

"Di sepanjang Sungai Citarum terdapat 14 oxbow. Banyak di antaranya yang sudah dibersihkan oleh kami bekerja sama dengan Kodam III Siliwangi, salah satunya yang di Bojongsoang," ujar Direktur Operasi dan Pengembangan PJT II, Antonius Aris Sudjatmiko saat ditemui di sela penataan oxbow Cicukang, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/2018).

Dalam kesempatan tersebut, hadir Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Ia menambahkan, PJT II selaku operator Bendungan Ir H Juanda atau kerap disebut Bendungan Jatiluhur, sudah menandatangani ‎kesepakatan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS).

Isi kesepakatan itu satu di antaranya soal mengembalikan kondisi yang sebelumnya berisi sedimen dan sampah.

"Dikembalikan lagi fungsinya menjadi badan air dengan melakukan pengerukan. ‎Dalam kegiatan tersebut, sepenuhnya didukung oleh Pangdam III Siliwangi serta para Komandan Sektor dan Gubernur Jawa Barat yang bertindak sebagai koordinator," ujarnya.

Menurutnya, sungai mati ‎sangat bermanfaat untuk lingkungan sekaligus sebagai daya tampung air untuk mencegah banjir. Sungai mati itu, kata dia, bisa menampung air hingga bisa mengurangi debit air di badan sungai saat debit sungai sedang tinggi.

"Kemudian untuk menjaga kesehatan lingkungan, ke depannya akan dikembangkan menjadi aktivitas air seperti perikanan budi daya, pariwisata, dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan sebelumnya oxbow kebanyakan berisi sampah yang tentu saja tidak sehat untuk lingkungan. Dengan mengembalikan kondisi sungai mati menjadi badan air yang bersih tentunya akan bermanfaat untuk kesehatan lingkungan," katanya.

‎Dari 14 oxbow yang terdapat di Sungai Citarum, telah dilakukan restorasi dengan cara melakukan pengerukan dan penataan di 8 lokasi oxbow.

"Anggaran yang dikeluarkan untuk melakukan pengerukan dan penanganan sampah di 8 oxbow tersebut sekitar Rp 17,5 miliar," kata dia.

Ia merinci, selama 2017, telah dilakukan pengerukan di tiga lokasi oxbow. Tahun ini, dilakukan pengerukan di lima lokasi oxbow lainnya dan satu lokasi dilakukan pengerukan yang merupakan kelanjutan dari kegiatan pengerukan 2017 yaitu di oxbow Rancamanyar.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved