Cegah Warga Jadi Julid, Ridwan Kamil Luncurkan Jabar Masagi

Program ini diluncurkan di Cirebon, Rabu (5/12), kemudian dimasukkan dalam kurikulum sekolah.

Cegah Warga Jadi Julid, Ridwan Kamil Luncurkan Jabar Masagi
TribunJabar.id/Theofilus Rochard
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (4/12/2018) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Jabar Masagi akan diluncurkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai bentuk pendidikan karakter dan moral bagi para pelajar di Jawa Barat.

Program ini diluncurkan di Cirebon, Rabu (5/12), kemudian dimasukkan dalam kurikulum sekolah.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan Jabar Masagi merupakan konsep yang diadopsi dari Bandung Masagi, yakni gagasan Emil saat menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Jabar Masagi merupakan pendidikan karakter yang berdasarkan pada pendidikan budi pekerti dan moral.

Pendidikan ini berdampak pada peningkatan akhlak dalam menjalani kehidupan sosial dan mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Perkembangan zaman yang kini sudah mulai serba digital, kata Emil, berdampak besar pada perilaku masyarakat, khususnya pelajar di dunia maya atau dunia sehari-hari.

Tidak sedikit, katanya, orang yang berperilaku tidak baik di media sosial.

"Tiap zaman itu punya tantangan sendiri-sendiri. Di zaman milenial itu adalah perilaku karena informasi-informasi yang baik juga buruk beredar melalui teknologi di smartphone," kata Emil di Gedung Sate, Selasa (4/12).

"Kalau mereka salah pergaulan, akan rusak. Pinter tapi julid, pinter tapi nyinyir, pinter tapi tidak santun, dan seterusnya."

Pintar secara IQ saja, katanya, tidak cukup. Pihaknya ingin memasukkan ESQ ke dalam kurikulum sekolah dalam bentuk Jabar Masagi.

Jabar Masagi memiliki empat nilai, yakni surti, harti, bukti, dan bakti. Keempat hal ini berasal dari dari filosofi Sunda yang merefleksikan cinta agama, bela negara, jaga budaya, dan cinta lingkungan.

Empat nilai itu, kata Emil, akan diserap dalam kurikulum pendidikan sekolah di Jabar. Tujuan utamanya, kata Emil, pendidikan di Jabar bisa memproduksi siswa yang berakhlak dan kompetitif.

"Sehingga nanti lulusan-lulusan pelajar di Jabar selain cerdas dia punya akhlak dan karakter yang membanggakan serta punya spirit pejuang, spirit kompetitif," katanya. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved