Pemain Asing Sriwijaya FC Bongkar Sisi Gelap Sepak Bola Indonesia, Rp 400 Juta untuk Atur Skor

Yuu Hyun Koo menjelaskan kalau dirinya pernah ditampol uang sebesar Rp 400 Juta oleh oknum yang ingin merekayasa skor pertandingan.

Pemain Asing Sriwijaya FC Bongkar Sisi Gelap Sepak Bola Indonesia, Rp 400 Juta untuk Atur Skor
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Kapten Sriwijaya FC, Yu Hyun Koo, berusaha mengadang tendangan gelandang Persib Bandung, Michael Essien, dalam laga pembuka Piala Presiden di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (16/1/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, PALEMBANG - Kapten Sriwijaya FC, Yu Hyun Koo, ikut buka suara terkait isu adanya mafia pengaturan skor yang bergentayangan di sepak bola Indonesia.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang Sriwijaya FC itu mengungkap sisi gelap dunia sepak bola Indonesia.

Yu Hyun Koo menjelaskan kalau dirinya pernah ditampol uang sebesar Rp 400 Juta oleh oknum yang ingin merekayasa skor pertandingan.

“Pertama kali kasih uang ke saya 400 juta, tapi dia mau kasih bagi pemain lain. Kamu mau pemain siapa-siapa apakah kiper, pemain belakang. Saya bilang saya ga mau. Tapi dia bilang ada mau ketemu saya. saya ga mau. Karena saya mau pemain bola bukan saya pemain mafia,” ujarnya.

Yu Hyun Koo mengatakan kalau dirinya tidak ingin mencicipi uang haram.

Meski selalu diancam, dirinya tetap mencoba kuat dalam tekanan dari para oknum tersebut.

Bahkan tiga tahun lalu, dua teman Yu Hyun Koo sampai bunuh diri karena tidak kuat menahan tekanan dari para mafia sepak bola.

“Terjadi pernah 3 tahun lalu terjadi seperti itu. Teman-teman saya banyak yang dimasuki seperti itu, dua teman saya bunuh diri karena ada aturan seperti itu," tuturnya.

Tiga tahun lalu berarti ketika itu Yu Hyun Koo sedang memperkuat klub Indonesia, Semen Padang.

Saat ini Yu Hyun Koo memang sempat diisukan terlibat dalam pengaturan skor dan membuat Sriwijaya FC terseok ke posisi bawah.

Namun dirinya langsung melaporkan hal itu kepada manajer Sriwijaya FC, supaya tidak menimbulkan fitnah.

“Saya langsung laporan ke manajemen pak ucok saya lapoiran. Karena saya takut masalah sendiri karena pernah dihubungi,” katanya.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved